nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laporan Keuangan Garuda Tak Sesuai Standar, Sengaja atau Tidak?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 16:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 28 320 2072170 laporan-keuangan-garuda-tak-sesuai-standar-sengaja-atau-tidak-2cDyv2voCu.jpg Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Infokoms)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan adanya pelanggaran yang dilakukan dalam penyajian laporan keuangan tahun 2018 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Laporan keuangan maskapai berpelat merah ini dinilai tidak sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

Meski demikian, OJK maupun Kemenkeu tak dapat memastikan apakah pelanggaran yang dilakukan dalam laporan keuangan tersebut merupakan hal yang disengaja atau tidak.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menyatakan, otoritas sejauh ini hanya melakukan pemeriksaan terkait penyajian laporan keuangan tersebut, belum jauh memeriksa adanya unsur kesengajaan atau tidak.

"Yang kita periksa adalah penyajian laporan keuangan, jadi belum sampai kepada apakah kesalahan di breakdown lagi, atau apakah adanya unsur kesengajaan atau kerjasama (antar Garuda Indonesia dan auditor), dan sebagainya," jelas dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Dia menyatakan, kedua otoritas sejauh ini melakukan pemeriksaan pada seluruh dokumen yang berkaitan laporan keuangan tahun berjalan 2018 itu, guna mengetahui apakah adanya ketidaksesuaian dengan Peraturan OJK (POJK) maupaun PSAK.

"Jadi fokus yang disampaikan itu mengenai tidak sesuai dengan POJK dan PSAK maka ditegakkan aturan denda sesuai dengan peraturan yang ada," katanya.

Dia pun menyatakan, untuk saat ini yang dapat dipastikan oleh OJK dan Kemenkeu adalah pelanggaran penyajian laporan keuangan, dan ke depannya tak ada pemeriksaan lanjutan dari hal ini.

"Untuk saat ini hanya ini dulu (pelanggaran penyajian laporan keuangan), tapi sampai saat ini belum melihat adanya unsur kesengajaan atau faktor lainnya yang menyebabkan terjadi pelanggaran," tutupnya.

Dalam catatan OJK, Garuda Indonesia melakukan pelanggaran dalam Laporan Tahunan 2018 yang tidak memasukan penjelasan maupun alasan dari kedua komisarisnya yang menolak tanda tangan persetujuan terhadap laporan keuangan tahun 2018.

Juga dinilai melakukan pelanggaran Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan

Sedangkan, Kemenkeu menilai Akuntan Publik Kasner Sirumapea sebagai auditor melakukan pelanggaran berat yang berpotensi berpengaruh signifikan terhadap opini Laporan Auditor Independen (LAI).

Serta Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan dinilai melakukan kesalahan karena belum memiliki sistem pengendalian mutu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini