nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1% di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 16:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 01 320 2073194 bank-dunia-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-jadi-5-1-di-2019-kSRVnufViY.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada tahun 2019, kemudian bakal meningkat pada 2020 menjadi 5,2%. Hal itu diungkapkan dalam laporan triwulanan perekonomian Indonesia edisi Juni 2019.

Proyeksi tersebut lebih rendah dari laporan edisi September 2018 lalu, yang memperkirakan pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% dan berlanjut menjadi 5,3% di 2020.

Menurut Bank Dunia, proyeksi perekonomian Indonesia dibayangi risiko peningkatan eskalasi ketegangan global yang bisa membebani perdagangan dunia. Selain itu, selama kuartal I-2019 terjadi peralihan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di mana pertumbuhan investasi tercatat mulai menurun dari tingkat tertinggi selama beberapa tahun. Namun, di sisi lain konsumsi masyarakat dan pemerintah meningkat.

Baca Juga: World Bank Beri Pinjaman Rp704 Miliar ke Indonesia untuk Pengembangan Perkotaan

Kondisi ini yang membantu mengurangi tekanan pada defisit neraca berjalan yang besar pada tahun 2018, sebagian akibat impor yang dipakai untuk investasi infrastruktur dan swasta. Sehingga pada kuartal I 2019 pertumbuhan PDB riil Indonesia tetap stabil di tingkat 5,1%.

“Untuk mempercepat pertumbuhan dari tingkat sekarang, Indonesia membutuhkan reformasi struktural lebih banyak dan berkesinambungan, sambil mempertahankan kebijakan fiskal dan moneter yang kokoh," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste dalam keterangan resmi, Senin (1/7/2019).

Baca Juga: World Bank Beri Utang Rp4,2 Triliun ke Indonesia

Meski demikian, di tengah gejolak global, ekonomi Indonesia dinilai tetap mampu tumbuh konsisten setiap kuartalnya antara 4,9% hingga 5,3%, selama 3,5 tahun terakhir.

"Manajemen ekonomi Indonesia yang bijaksana telah membuahkan hasil. Meski pada tahun 2018 arus keluar modal dari pasar negara-negara berkembang lebih besar dari pada saat Amerika Serikat meningkatkan tingkat suku bunga pada tahun 2013, ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga membantu menurunkan tingkat kemiskinan ke rekor terendah sebesar 9,7% pada September 2018," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini