JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu industri kosmetik dan obat tradisional agar menjadi sektor andalan yang berkontribusi besar terhadap nilai ekspor nasional dan mampu melakukan substitusi impor. Langkah strategis ini diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif.
”Industri kosmetik dan jamu bisa menjadi ujung tombak yang baru bagi sektor manufaktur dan ekonomi nasional karena terdiri atas multiplayer. Jadi, industri ini sifatnya inklusif atau banyak masyarakat yang bisa mengembangkannya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Industri Kosmetik dan Obat Tradisional di Jakarta kemarin.
Baca Juga: Peluang Besar Industri Kosmetik Indonesia
Menperin mengungkapkan, postur skala industri kosmetik di Indonesia saat ini didominasi hingga 95% dari industri kecil dan menengah (IKM), sisanya merupakan industri besar.