nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Pembangkit Batu Bara Terbesar RI, PLTU Jawa 7 Beroperasi Oktober

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 14:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 05 320 2075044 jadi-pembangkit-batu-bara-terbesar-ri-pltu-jawa-7-beroperasi-oktober-ICH9FPAM5A.jpg Foto: PLTU Jawa 7 (Dok PLN)

BANTEN - PT PLN (Persero) terus mengebut proyek pembangunan PLTU Jawa 7 kapasitas 2 x 1.000 megawatt (mw). Pada hari ini diresmikan pengoperasian perdana terminal batu bara PLTU Jawa 7.

Acara peresmian yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, Banten ini dihadiri juga oleh Direktur Utama PJB Iwan Agung dan Direktur Utama PJBi (Pembangkitan Jawa Bali Investasi) Gunawan.

 Baca Juga: PLTU Jawa 7 Tambah Pasokan Listrik Jawa Bali

Terminal batu bara ini menjadi simbol kesiapan pasokan batu bara dalam mendukung pengoperasian PLTU Jawa 7 yang rencananya akan mulai beroperasi secara komersial untuk mendukung pasokan sistem Jawa - Bali pada Oktober 2019 untuk unit 1 dan April 2020 untuk unit 2.

“PLTU Jawa 7 merupakan bagian dari perwujudan nyata program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 mw, kita harapkan pengoperasian PLTU Jawa 7 akan menjadi kado bagi masyarakat Indonesia," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

 Baca Juga: PJB Bakal Operasikan 2 PLTU 3.000 Mw

Lebih lanjut Haryanto mengatakan bahwa peresmian terminal batu bara ini menjadi titik krusial dalam percepatan pembangunan PLTU Jawa 7.

“Dengan adanya terminal batu bara ini, maka dapat segera dilakukan berbagai rangkaian performance tes seperti Realibility Run Test, Boiler Test hingga mendapat Sertifikat Laik Operasi (SLO), sehingga mempercepat proses menuju COD," kata Haryanto.

PLTU Jawa 7 akan menjadi PLTU batu bara terbesar dan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi boiler Ultra Super Critical (USC), dengan bahan bakar batu bara Low Rank yang memiliki nilai kalori 4.000 hingga 4.600 kCal/kg, dengan mengkonsumsi sekitar 7 (tujuh) juta ton per tahun bila sudah beroperasi 2 unit.

Teknologi USC dapat meningkatkan efisiensi pembangkit 15% lebih tinggi dibandingkan non USC sehingga menurunkan biaya bahan bakar per kWh. Selain itu, PLTU Jawa 7 dalam operasinya menggunakan SWFGD (Sea Water Fuel Gas Desulfurization) sehingga sangat ramah lingkungan karena penyaluran batu bara dari tongkang menggunakan coal handling plant sepanjang 4 km sehingga tidak ada batu bara yang tercecer hingga coal yard.

Sebelumnya, PLTU Jawa 7 di groundbreaking pada 5 Agustus 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo, hingga saat ini progress pembangunan pembangkit unit 1 mencapai 99,08% per Mei 2019. Nantinya daya pembangkit akan disalurkan untuk memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Bali melalui jaringan Suralaya-Balaraja 500 kV.

Diharapkan segala proses pembangunan PLTU Jawa 7 kedepannya dapat berjalan lancar sehingga mendukung PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik pelanggan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini