nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Oligopoli, Persaingan Ekonomi Digital Wajib Dikontrol!

Jum'at 05 Juli 2019 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 320 2075162 cegah-oligopoli-persaingan-ekonomi-digital-wajib-dikontrol-EGQFHXBCQc.jpg Financial Technology (Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Haryadin Mahardika mengatakan Pemerintah wajib mengontrol persaingan ekonomi digital yang berjalan di Indonesia guna menghindari terbentuknya oligopoli dalam industri tersebut.

"Meskipun sekarang persaingan masih bagus, e-commerce masih banyak, tekfin juga banyak bermunculan, tapi sebagaimana sebuah industri pada akhirnya akan terjadi sebuah konsolidasi, yang paling kuat yang menang," kata Haryadin melansir laman antaranews, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

 Baca juga: 140 Pinjaman Online Ilegal Ditutup

Konsolidasi industri ekonomi digital, menurut dia, bisa dihindari lewat pengawasan ketat Pemerintah untuk menjaga persaingan antar e-commerce yang berkolaborasi dengan tekfin dalam urusan pembayaran.

 Fintech (Shutterstock)

"Jika konsolidasi tidak terelakan, bergabungnya e-commerce dan tekfin justru menjadi buruk bagi konsumen karena ia kehilangan haknya karena konsumen tidak akan mendapatkan banyak pilihan," kata Haryadin.

 Baca juga: Awas, 940 Fintech Illegal Beri Pinjaman Online dengan Mudah

Ia mencontohkan salah satu praktik oligopoli yang saat ini terjadi dalam ekonomi digital akibat kurangnya pengawasan Pemerintah menciptakan persaingan sehat adalah bisnis ojek daring.

"Dulu ada banyak pemain ojek online, sekarang cuma tinggal sisa dua, ya harganya tergantung dari kedua pemain tersebut," kata peneliti ekonomi itu.

Hingga saat ini, sudah ada dua Unicorn yang telah berkolaborasi dengan tekfin pembayaran seperti Bukalapak dengan tekfin DANA dan Tokopedia dengan tekfin OVO.


Baca juga: Dear Milenial, Ingin Investasi di Fintech Berikut Kiatnya

Tidak hanya itu tekfin Gopay besutan perusahaan rintisan Gojek yang merupakan decacorn juga telah berkolaborasi dengan perusahaan dagang online JD.ID mengikuti langkah Bukalapak dan Tokopedia dalam urusan pembayaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini