nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prancis Incar Pajak Google dan Facebook Cs, Presiden Trump Langsung Perintahkan Investigasi

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 13:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 11 20 2077527 prancis-incar-pajak-google-dan-facebook-cs-presiden-trump-langsung-perintahkan-investigasi-juTL1gTIko.png Ilustrasi Amazon hingga Google (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penyelidikan atas rencana Prancis yang akan mengenakan pajak terhadap perusahaan teknologi.

Seperti diketahui, pajak perusahaan digital menjadi isu hangat menyusul adanya industri 4.0.

"Amerika Serikat sangat khawatir bahwa pajak layanan digital yang diperkirakan akan dibahas Senat Prancis secara tidak adil akan menargetkan perusahaan-perusahaan Amerika," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan tentang penyelidikan, seperti dikutip Rueters, Kamis (11/7/2018).

Baca Juga: Ditjen Pajak: Google Menolak Diperiksa soal Perpajakan

Langkah ini memberikan waktu selama satu tahun bagi Lighthizer, untuk melakukan penyelidikan apakah rencana pajak digital Prancis akan merugikan perusahaan teknologi Amerika atau tidak.

Investigasi “Section 301” akan menentukan, apakah retribusi terhadap perusahaan digital AS akan menimbulkan praktik perdagangan yang tidak adil. Investigasi sebelumnya telah membahas praktik perdagangan China dan subsidi Uni Eropa pada pesawat komersial besar.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire pada bulan Maret mengatakan, pengenaan pajak sebesar 3% atas pendapatan Perancis dari perusahaan besar, yang bergerak di sektor internet, dengan penghasilan 500 juta euro atau setara USD563 juta per tahun.

Baca Juga: Kejar Pajak Facebook, Pemerintah Masih Tunggu Data

“Layanan yang tercakup adalah layanan di mana perusahaan AS adalah pemimpin global. Struktur pajak baru yang diusulkan, serta pernyataan oleh pejabat setempat menunjukkan, bahwa Prancis tidak adil menargetkan pajak pada perusahaan teknologi tertentu yang berbasis di AS," demikian seperti dikutip dalam sebuah pernyataan United States Trade Representative/USTR (Perwakilan Perdagangan AS).

Lighthizer mengatakan, bahwa Presiden Trump telah mengarahkan untuk menyelidiki efek dari undang-undang ini dan menentukan apakah itu diskriminatif atau tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan Amerika Serikat.

Sementara Le Maire mengatakan pajak akan menargetkan sekitar 30 perusahaan. Kendati kebanyakan memang dari Amerika, tetapi juga ada perusahaan dari China, Jerman, Spanyol dan Inggris, serta satu perusahaan Perancis dan beberapa perusahaan asal Prancis yang telah dibeli oleh perusahaan asing.

Pajak akan memengaruhi perusahaan dengan setidaknya memiliki pendapatan tahunan sekira 750 juta euro atau USD844 juta dan berlaku untuk pendapatan dari bisnis digital termasuk iklan online.

Perusahaan seperti Alphabet Inc (GOOGL.O) Google, Apple Inc (AAPL.O), Facebook Inc (FB.O) dan Amazon.com Inc (AMZN.O) kemungkinan akan dikenakan pajak.

Kelompok industri teknologi ITI, yang mewakili Apple, Amazon, Google dan perusahaan teknologi lainnya, mendesak Amerika Serikat untuk tidak menggunakan tarif dalam perselisihan.

"Kami mendukung upaya pemerintah AS untuk menyelidiki masalah perdagangan yang kompleks ini. Tetapi kami juga mendesaknya untuk mengejar Investigasi “Section 301” dengan semangat kerja sama internasional dan tanpa menggunakan tarif sebagai obat," ujar Vice President of Policy ITI, mengatakan dalam sebuah pernyataan. (fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini