nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Hoaks Bakso Tikus, Pendapatan Produsen Ini Langsung Anjlok hingga 60%

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 14:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 320 2077583 korban-hoaks-bakso-tikus-pendapatan-produsen-ini-langsung-anjlok-hingga-60-FUGIXkAaVZ.jpg Foto: Penjelasan soal Hoax Bakso Tikus (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Kabar tentang bakso tikus yang beredar di pasaran ramai dibicarakan di media sosial. Misalnya saja seperti yang diunggah oleh Jeliana di akun Facebooknya pada 13 Maret 2019 lalu.

Sejumlah foto tentang kabar tersebut beredar di Facebook. Salah satunya bermerk 'Sumber Selera'. Namun, kabar tentang bakso daging tikus yang beredar di pasaran ternyata tidak benar.

Pihak PT Sumber Prima Anugerah Abadi selaku produsen bakso merek Sumber Selera menegaskan pihaknya sama sekali tidak memproduksi hal itu.

Baca Juga: Pengunggah Foto Bakso Tikus Tak Masalah Dibilang Hoax

Perusahaan tersebut akhirnya memproses secara hukum sehubungan adanya penyebaran berita bohong atau hoaks tersebut, dengan melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya.

PT Sumber Prima Anugerah Abadi juga berupaya menghubungi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pihak MUI (Majelis Ulama lndonesia) pemberi izin halal kepada produk Bakso Sumber Selera, kemudian pihak BPOM pusat dan provinsi melakukan audit ke perusahaan sehubungan dengan adanya berita-berita tersebut. Hasilnya, terbukti bahwa perusahaan telah menjalankan usaha dan produksinya sesuai dengan ketentuan yg berlaku.

 

 Baca Juga: Kasihan! Jadi Korban Hoax di Medsos, Pedagang Bakso Ini Ditinggal Pelanggan

General Manager (GM) Sumber Prima Anugerah Abadi Mumu mengatakan bahwa kabar tidak benar itu menimbulkan dampak berkurangnya pendapatan perusahaan. Karena telah menjadi konsumsi publik dengan adanya berita yang tidak benar terhadap Bakso Sumber Selera hasil produksi PT SPAA, sehingga masyarakat menjadi takut untuk membeli bakso Sumber Selera.

"Setelah beredar berita hoaks itu, pendapatan kami turun hingga 60%," ujar dia di lingkungan Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Walaupun pelaku penyebar berita ini telah diketahui. Perusahaan tidak akan melanjutkan kasusnya kepada pihak kepolisian. Dan, pihaknya tetap akan memaafkannya.

"Pelaku ini telah meminta maaf kepada kami dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Oleh karena itu, kami memaafkannya," ungkap dia.

Sementara itu, selaku penyebar berita tidak benar, Jeliana meminta maaf kepada Sumber Prima Anugerah Abadi yang telah dirugikannya baik secara formil dan non formil.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pemilik PT Sumber Prima Anugerah Abadi yang telah mendapatkan kerugian akibat perbuatan saya," pungkas dia.

Seperti diketahui, bakso Sumber Selera bermula dari industri rumahan sejak tahun 1989 yang ada di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seiring dengan berkembangnya waktu dan banyaknya peminat bakso, Sumber Selera berkembang menjadi PT.

Ini Kronologi Lengkap Produsen Bakso yang Jadi Korban Hoaks

Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku penyebaran berita bohong tentang penggunaan bahan baku pembuatan bakso 'Sumber Selera'. Pelaku berjenis kelamin perempuan berinisial J ini ditangkap pihak kepolisian atas laporan dari PT Sumber Prima Anugerah Abadi (SPAA) selaku produsen bakso merek 'Sumber Selera'.

"Atas penyebaran hoaks, fitnah dan pencemaran nama baik brand kami yang dilakukan oleh J di akun Facebooknya pada Bulan Maret 2019, PT SPAA mengalami kerugian immateriil dan materiil yakni penurunan tingkat kepercayaan masyarakat dan pendapatan perusahaan hingga 60%," ujar General Manager Operational PT Sumber Prima Anugerah Abadi, Mumu.

Dia menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Bulan Maret 2019, ketika J di akun Facebooknya memposting foto Bakso Sumber Selera dan menuliskan. "Seperti bakso yang diolah dari daging ayam bangke dan tikus siapa yang suka beli bakso merek ini," kata dia.

Postingan J tersebut, menjadi viral di berbagai media sosial. Berdasarkan peristiwa tersebut, PT SPAA melaporkan akun tersebut ke Polda Metro Jaya (Surat Pelaporan terlampir).

Pihak Kepolisian berhasil meringkus J dan memproses hukum yang bersangkutan. Pelaku J menyatakan bahwa ia tidak menyadari efek dari postingannya tersebut merugikan PT.

"SPAA dan berdampak hukum. Pelaku sangat menyesali perbuatannya dan siap untuk menerima sanksi hukum. Meski demikian, dengan alasan kemanusiaan kami (PT SPAA) disaksikan oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya memilih berdamai dengan pelaku dengan tidak melanjutkan proses hukum yang bersangkutan," ungkap dia.

Terkait kasus ini, PT SPAA juga langsung berupaya menghubungi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai pihak pemberi izin edar dan izin halal terhadap produk bakso Sumber Selera. Kemudian pihak BPOM dan MUI pusat dan propinsi melakukan audit ke perusahaan. Hasilnya terbukti bahwa perusahaan telah menjalankan usaha dan produksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dengan adanya klarifikasi ini, juga penegasan dari BPOM dan MUI, sekaligus ditangkapnya pelaku hoaks, kami berharap masyarakat tidak takut lagi untuk mengkonsumsi produk bakso Sumber Selera," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini