Beton Tol BORR Ambruk, Jasa Marga hingga PTPP Bisa Kena Sanksi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 320 2077685 beton-tol-borr-ambruk-jasa-marga-hingga-ptpp-bisa-kena-sanksi-3MUivKkhI9.jpeg Foto: Tiang Beton Tol BORR Ambruk (PUPR)

JAKARTA - Tiang penyangga proyek jalan tol lingkar luar Bogor atau Bogor Outer Ring Road (BORR) ambruk. Peristiwa itu disebabkan cetakan beton penyangga yang tidak kuat menahan beban.

Akibat kejadian itu, dua pekerja luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 Baca Juga: Coran Tiang Tol BORR Ambruk, Ini Reaksi PUPR ke Kontraktor

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, baik kontraktor maupun individunya bisa terkena sanksi jika ditemukan kelalaian. Untuk individunya, jika mengacu berdasarkan Undang-undang keinsinyuran, izin profesi bisa dicabut.

“Berdasarkan UU keinsinyuran kita, satu itu orangnya kalau ternyata tidak salah menyusun metodologi atau tidak kompeten secara profesi izin profesinya bisa dicabut,” ujarnya saat ditemui di Hote Borobudur, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga: Coran Tol BORR Ambruk, Lalu Lintas Lumpuh Total

Selain itu, lanjut Danang, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga bisa dikenakan sanksi. Jika nanti ditemukan kesalahan, maka BUJT yang bersangkutan yakni PT Jasa Marga (Persero) lewat anak usahanya PT Marga Sarana Jabar (MSJ) akan dicabut izin operasinya.

“Kalau kita kaitkan dengan progres konstruksi itu bisa diberikan surat peringatan hingga pencabutan pengusahaan jalan tol,” ucapnya.

Dari sisi kontraktornya dalam hal ini PT PP (Persero) juga bisa dikenakan sanksi. Namun, sanksi yang diberikan harus berdasarkan hasil investigasi dari Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dan akan diputuskan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

“Kalau domain konstruksi itu di Ditjen Bina Konstruksi itu menerbitkan sanksi kepada kontraktor yang tidak sesuai aturan keselamatan konstruksi. Jadi ada beberapa layer dari orangnya, BUJT, maupun kontraktornya kita tunggu hasil investigasi KKK,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini