nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Industri Elektronika Capai Rp1,3 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 12 320 2077951 investasi-industri-elektronika-capai-rp1-3-triliun-kPFHyw6Ur4.jpg Telekomunikasi (Reuters)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, nilai investasi sektor industri elektronika menyentuh angka Rp12,86 triliun sepanjang 2018. Angka tersebut naik dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp7,81 triliun.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Janu Suryanto mengatakan, nilai ekspor dari industri elektronika mampu menembus USD8,2 miliar atau naik dibanding tahun 2017 yang mencapai USD7,9 miliar.

 Baca juga: 7 Tips Jeli Sebelum Investasi di Asuransi Unit Link

“Tahun ini ditargetkan ada beberapa investasi baru yang akan masuk, yang secara total nilainya mencapai Rp1,3 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan sebanyak 248.500 orang. Ini menandakan bahwa iklim investasi di Indonesia masih kondusif,” ujar Janu di Jakarta.

 Elektronik

Dia melanjutkan, hingga kuartal II-2019, ada penambahan sejumlah 21 perusahaan di sektor industri elektronika. Investor tersebut di antaranya dari industri semikonduktor dan komponen elektronik, industri peralatan listrik rumah tangga, industri komputer, barang elektronik, dan optik, serta industri peralatan teknik.

Mereka itu, di antaranya PT Sammyung Precision Batam, PT Simatelex Ma - nu factory Batam, PT Pegatron Technology Indonesia, dan PT Siix Electronics Indonesia.

 Baca juga: Upaya Mendorong Investasi dan Ekspor di Jateng dan Jatim

“Industri elektronika merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang mendapatkan prioritas pengembangan, terutama dalam kesiapan memasuki era digital. Ini sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0,” tuturnya.

Kemenperin mencatat pertumbuhan produksi pada kelompok industri komputer, barang elektronik dan optik pada kuartal I-2019 mencatatkan angka yang positif sebesar 2,78%, naik jika dibanding capaian pada periode sama tahun lalu yang minus 4,80%. Janu menambahkan, pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk-produk elektronik juga bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan menekan barang impor.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan ini terhadap produk ponsel pintar (smartphone) dan berhasil menekan impor serta mengundang investasi masuk.

 Baca juga: RI Bidik Investasi USD5 Miliar dari Uni Emirat Arab

Regulasi itu tertuang dalam Per aturan Menteri Perindustrian No 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

“Adapun yang menerapkan TKDN hardware sebanyak 44 merek, software dan hardware sebanyak 2 merek, dan 1 merek melalui skema pusat inovasi, yaitu yang dibangun oleh Apple,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah memproyeksi pertumbuhan industri elektronika di Tanah Air sema - kin menggeliat seiring dengan penerapan kebijakan untuk pengoptimalan TKDN. Apalagi, peraturan tentang TKDN TV digital telah ditandatangani Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto me ngatakan, industri ponsel di da lam negeri mengalami pertum buhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah me macu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut.

“Meningkatnya produksi pon sel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini