nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Optimalkan Realisasi Lifting Migas di Semester II-2019

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 12:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 12 320 2077993 pemerintah-optimalkan-realisasi-lifting-migas-di-semester-ii-2019-N61KkLibwC.jpg Kilang (reuters)

JAKARTA - Realisasi operasional lifting migas nasional mencapai 1,8 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) atau sebesar 90% dari target lifting nasional. Pasalnya, angka tersebut belum mencapai target.

Laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan, lifting migas hingga akhir Juni 2019 sudah mencapai 90%, rinciannya lifting minyak 752 ribu bopd (barrel oil per day) atau 97% dari target APBN, sementara lifting gas 1,05 juta boepd atau 86% dari target APBN.

 Baca juga: Defisit Neraca Migas Semakin Menurun

Meskipun belum mencapai target mengingat kemampuan cadangannya, namun Agung menyebut capaian ini telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, onstream proyek baru, dan pemeliharaan yang optimal.

 kilang

Di Semester II 2019, diharapkan akan mulai onstream lapangan YY-ONWJ, Panen-Jabung, dan Kedung Keris-Cepu.

” Ini yang akan memberikan tambahan produksi minyak secara total sekitar 10.000 bopd, mulai Kuartal IV 2019, juga dari Blok Merangin II, dengan tambahan produksi sekitar 1.500 bopd dari produksi eksisting di awal tahun 2019,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi melansir laman setkab, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

 Baca juga: Integrasi Data Migas Hemat Anggaran Rp1,18 Triliun

Untuk gas, lanjutnya, penyerapan oleh buyer cukup menentukan salah satunya cargo LNG di Bontang belum terserap maksimal. Beberapa sumur pengembangan baru, antara lain di Mahakam dan Pangkah, juga masih belum memberikan output produksi yang optimal.

Diharapkan, pengeboran sumur baru di Semester II 2019 akan meningkat seiring dengan estimasi kebutuhan energi yang lebih besar di Semester II 2019.

Sampai akhir Semester I, proyek Gas di TSB Phase 2 dan Seng Segat juga sudah onstream dengan tambahan produksi total 220 mmscfd yang diserap oleh buyer domestik.

 Baca juga: Impor Migas Tinggi, Presiden Jokowi Minta Menteri Jonan dan Rini Hati-Hati

“Diharapkan dapat lebih optimal di Semester II 2019. (Lifting gas) Ini juga akan bertambah karena masih ada 6 proyek GAS hingga akhir 2019, dengan estimasi tambahan 280 mmscfd di semester II,” terang Agung.

Menurut Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM itu, SKK Migas bersama KKKS terus berupaya melaksanakan program pengembangan yang berkelanjutan, juga melaksanakan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru.

Lebih lanjut Agung menerangkan, hingga semester 1 2019 ini, 75% lifting minyak nasional disumbang oleh 5 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

- CPI : 194 ribu bopd

- EMCL : 220 ribu bopd

- Pertamina EP : 80 ribu bopd

- PHM : 37 ribu bopd

- PHE OSES : 29 ribu bopd

Sementara 65% dari total lifting gas nasional disumbang oleh KKKS berikut:

- BP Tangguh : 971 mmscfd (174 ribu boepd)

- COPHI Grissik : 827 mmscfd (148 ribu boepd)

- Pertamina EP : 768 mmscfd (137 ribu boepd)

- PHM : 662 mmscf (118 ribu boepd)- ENI Muara Bakau : 589 mmscfd (105 ribu boepd).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini