nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kresna Graha dan Pakuwon Jati Masuk 200 Perusahaan Terbaik Asia

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 12:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 13 320 2078354 kresna-graha-dan-pakuwon-jati-masuk-200-perusahaan-terbaik-asia-pvFcwfHV9H.jpg Ilustrasi Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

AEM juga mengakuisisi InspiRain Tech nologies, sebuah perusahaan pemasok kabel untuk Huawei 5G di China. Namun, dengan adanya sanksi AS terhadap Huawei, AEM agak berhati-hati dengan kontraknya

Chairman Executive Officer (CEO) AEM Loke Wai mengaku tidak cemas dengan situasi ekonomi saat ini di Asia. Faktanya, proyek 5G bukanlah bisnis utama perusahaannya.

Meski demikian, dengan adanya ketegangan politik antara AS dan China, pendapatan AEM yang mencapai USD195 juta tahun ini akan turun. Tidak seperti AEM, Appen berhasil melakukan performa yang lebih stabil.

Perusahaan teknologi yang digerakkan satu juta kontributor freelancer itu sukses menjalankan bisnis kecerdasan buatan (AI). Keuntungan bersih Appen naik tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu menjadi AUD42 juta dengan revenue AUD364 juta.

Sebagian besar pertumbuhan itu terjadi secara terorganisasi. Meski demikian, keputusan Appen untuk melakukan akui sisi juga memberikan kontribusi signifikan. Perusahaan berusia 23 tahun itu membeli perusahaan otomatisasi Leapforce akhir 2017 dan perusahaan machine-learning Figure Eight pada Maret lalu.

Pertumbuhan pendapatan Dat Xanh Group juga menjanjikan. Perusahaan yang didirikan Luong Tri Thin pada 2003 itu sedang menggarap 28 proyek raksasa dengan lahan konstruksi seluas 652 hektare di Vietnam, menyusul meningkatnya jumlah kelas menengah.

Dat Xanh Group menanamkan modal sekitar USD2 miliar. “Pendapatan perusahaan me lonjak naik sekitar 61% menjadi 5 triliun dong pada 2018, sedangkan keuntungan bersihnya naik sebesar 57% menjadi 1,2 triliun dong,” ungkap Forbes.

Mereka berhasil menjual 28.000 unit rumah tahun lalu, naik sebesar 27%, dan berencana menjual 32.000 unit tahun ini. En-Japan juga menjalani performa yang memukau. Di tengah penuaan dan penurunan jumlah populasi yang menghantam pasar buruh di Jepang, En-Japan berhasil meningkatkan keuntungan bersih hampir sebesar 28% menjadi 8,1 miliar yen dengan revenue 48,7 miliar yen.

Bisnis En-Japan diyakini akan tetap menguat. “Pendapatan dari pasar pencarian kerja dan rekrutmen di Jepang diperkirakan akan naik sebesar 27% atau hampir USD4,7 miliar dalam tiga tahun men datang,” ungkap Institut Penelitian Yano.

Pada periode yang sama, En-Japan juga diperkirakan akan mengalami penjualan dan keuntungan operasi yang berlipat ganda. Performa yang sama juga ditunjukkan Eve Energy.

Eve Energy menjadi satu dari tiga firma pemasok baterai mobil terbesar di dunia bersama BYD dan Contemporary Amperex Technology. Didirikan pada 2001, revenue perusahaan China itu kini mencapai 4,3 miliar yuan atau naik 46% dengan laba bersih 571 juta yuan.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini