nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Milenial Lebih Memilih Menabung Dibandingkan Investasi

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 18:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 14 320 2078693 alasan-milenial-lebih-memilih-menabung-dibandingkan-investasi-8arT44Ib8z.jpg Dompet (Reuters)

TERNYATA sebagian besar milenial di Indonesia tidak terlalu peduli terhadap investasi. Buktinya, 69% dari mereka mengaku tidak memiliki strategi investasi.

Mereka masih sibuk menabung daripada menggunakan uang yang mereka miliki untuk investasi. Sebesar 44% milenial hanya berinvestasi sekali setiap satu atau dua tahun, dan bahkan 20% dari mereka tidak ber investasi.

 Baca juga: 7 Tips Jeli Sebelum Investasi di Asuransi Unit Link

Padahal, survei tersebut juga menemukan 79% kaum milenial telah menetapkan anggaran bulanan dan 70% dari mereka cenderung mengikuti rencana anggaran tersebut.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kaum milenial Indonesia sebenarnya cukup disiplin dengan rancangan anggaran keuangan mereka.

 Baca juga: Upaya Mendorong Investasi dan Ekspor di Jateng dan Jatim

Namun, mereka tidak mengetahui bagaimana menggunakan uang ini juga untuk investasi daripada sekadar menyimpan di rekening bank. Survei “The Future of Money” yang dihelat Luno tersebut mempelajari sikap terhadap uang (money attitudes) atas 7.000 responden yang tersebar di Benua Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Survei ini juga mencakup kelompok milenial (23-38 tahun) dan menganalisis perilaku mereka dalam hal manajemen keuangan, investasi, dan tabungan. Populasi milenial Indonesia diperkirakan mencapai 34% dari total populasi pada 2020.

 Baca juga: Ini Cara Menangkal Jerat Investasi Bodong

Dan akan jadi salah satu pendorong utama perekonomian negara. Karena itu, penting agar kaum milenial mempelajari lebih lanjut kelebihan dan manfaat dari strategi investasi yang terstruktur.

“Seiring pertumbuhan populasi milenial, baik dalam produktivitas maupun usia, mereka perlu untuk mulai mencari cara menginvestasikan uang mereka. Tidak hanya uang tambahan, melalui investasi, mereka juga akan memperoleh kebebasan finansial dalam jangka panjang, yang merupakan salah satu kebutuhan kaum milenial,” ujar David Low, General Manager Luno Asia Tenggara.

Hasil survei juga menunjukkan pentingnya sumber informasi yang jelas bagi investor baru. Kaum milenial adalah generasi digital savvy (cerdas digital) sehingga informasi kreatif menggunakan perangkat mobile dan platform online perlu diimplementasikan.

Hal ini sejalan dengan survei Luno yang menemukan bahwa 34% kaum milenial Indonesia mencari informasi keuangan melalui aplikasi dan situs web online. Luno, yang memasuki pasar Indonesia pada tahun 2016, telah menyadari pengaruh dan potensi masa depan industri aset kripto di Indonesia.

“Misi Luno adalah untuk mengedukasi masya rakat luas, termasuk milenial Indonesia mengenai bagaimana aset kripto dapat dijadikan pilihan aset alternatif untuk investasi,” ujar David.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini