nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Double-Double Track Cakung-Cikarang Terhambat Minimnya Anggaran

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2078965 proyek-double-double-track-cakung-cikarang-terhambat-minimnya-anggaran-NQVmivwI6b.jpg Kereta Commuterline (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jalur rel dwiganda atau double-double track (DDT) lintas Cakung-Cikarang sepanjang 12 kilometer diperkirakan rampung pada 2021. DDT lintasan tersebut masih menunggu proses penganggaran dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Saat ini DDT yang sudah dibangun dan beroperasi adalah lintas Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 kilometer. Jalur rel dwiganda dengan panjang keseluruhan mencapai 35 kilometer menghabiskan anggaran Rp120 miliar.

Baca Juga: Mulai 1 Agustus, Stasiun Terisi Indramayu Kembali Dioperasikan

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta- Banten Kemenhub Jumardi menuturkan, jalur rel dwiganda telah dicanangkan sejak 2002. Awalnya dibiayai oleh pinjaman dari Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA) dengan syarat tanah bebas 100%. Dalam perjalanannya, pembebasan tanah menemui hambatan sehingga Ditjen Perkeretaapian membiayai anggaran obligasi syariah mulai 2015.

“Sebenarnya jalur sudah dibangun dari Jatinegara- Kota Bekasi, namun terputus di Kranji dan di bawah flyover Summarecon Bekasi,” katanya.

Baca Juga: Menhub Akan Intensifkan Penggunaan Transportasi Komuter di Lampung

Dia mengakui ada kendala dalam proses perluasan DDT dari Kota Bekasi hingga Cikarang, Kabupaten Bekasi. Selain terganjal pembebasan lahan warga di Kota Bekasi, pemerintah juga tidak mengucurkan anggaranan segmen berikutnya.

“Setiap tahun kami mengusulkan anggarannya, namun belum menjadi prioritas,” ucapnya.

Meski tersendat anggaran, dia menilai keberadaan DDT sangat dibutuhkan karena DDT menjadi jalur pemisah antara KRL commuter line dan kereta api jarak jauh penumpang maupun barang.

“Adanya masing-masing jalur tidak akan saling mengganggu karena commuter line pasti akan menunggu kereta jarak jauh melintas terlebih dahulu,” ungkapnya.

Proyek DDT segmen Manggarai-Bekasi berimbas pada delapan stasiun yang harus dimodernisasi, yakni Manggarai, Jatinegara, Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kranji, serta Bekasi.

“2021 modernisasi, maka DDT bisa full Manggarai-Bekasi,” kata Jumardi.

Menurut dia, beroperasinya DDT segmen Jatinegara - Cakung dan lima stasiun modernisasi akan mendukung terwujudnya target penumpang kereta api perkotaan di wilayah Jabodetabek. Pengguna commuter line ditar getkan mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2019.

Terkait ganti rugi pembebasan lahan jalur rel dwiganda, dana ganti rugi untuk 29 bidang tanah warga di belakang Stasiun Kranji, tepatnya RW 02 Kelurahan Kalibaru, Medansatria, Kota Bekasi, sudah dikonsinyasikan ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi.

Dana ganti rugi yang dititipkan ke pengadilan men capai Rp7,94 miliar untuk membayar lahan seluas 1.657 meter persegi. Sementara itu, puluhan warga yang tinggal di bela kang Stasiun Kranji menolak penghitungan ganti rugi yang di lakukan tim appraisal .

“Ada 40 ke pala keluarga (KK) yang menghuni 29 bidang tanah di dekat Stasiun Kranji,” kata Tomas Pardede, warga setem pat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini