nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Surplus, RI Bisa Perang Dagang dengan Amerika?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 15:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 320 2079617 neraca-dagang-surplus-ri-bisa-perang-dagang-dengan-amerika-lgG1UBaIq9.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah tengah memasang kuda-kuda kemungkinan akan adanya perang dagang dengan Amerika Serikat. Mengingat neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat saat ini mengalami surplus.

 Baca Juga: Impor China dari AS Turun 31% Imbas Perang Tarif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Amerika Serikat sendiri memiliki kebijakan untuk mengenakan bea masuk terhadap negara-negara yang ekspor ke Amerika Serikatnya tinggi. Salah satu contoh yang sudah terkena imbasnya adalah China.

"Terkait perang dagang tentu kita tahu itu started di bawah kepemipinan Trump (Presiden AS) yang punya persepsi hubungan antar negara yang berbeda di mana pemikirannya perdagangan itu menang dan kalah padahal itu mutually benefiting. Anda butuh kita butuh terjadilah transaction itu," ujarnya saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

 Baca Juga: Vietnam Untung dari Perang Dagang, Kalau Indonesia?

Saat ini neraca perdagangan Indonesia masuk 20 besar negara yang ekspornya surplus ke Amerika Serikat. Hal itu membuat Amerika Serikat pun melontarkan perang dagang bagi negara-negara yang mengalami surplus ekspor.

"Jadi pada tahun 2018, list negara-negara yang dianggap punya surus dan menjadi watch list yang surplusnya semakin besar jadi perhatian terbesar. Indonesia pun masuk list itu 20 biggest surplus ke Amerika Serikat," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan, pengaruh perang dagang sendiri masing-masing negara memiliki dampk berbeda-beda. Hal ini terlihat dari sektor manufaktur di setiap negara.

"Semakin dia merupakan dominasi sektor manufakturnya sangat besar di perekonomian dia akan terkena hit lebih besar," katanya.

Namun dia menegaskan, perang dagang di Indonesia tidak banyak terpengaruh. Pasalnya, Indonesia memiliki kebijakan dalam mengantisipasi perang dagang.

"Indonesia memiliki dikit pengaruhnya karena kita enggak deket dengan supply chain-nya dan sektor manufaktur bisa alami peningkatan karena ini jadi kita enggak terkena," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini