nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Rezim Otoriter Bisa Mengontrol, Investasi Mudah Datang

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 16 320 2079699 sri-mulyani-rezim-otoriter-bisa-mengontrol-investasi-mudah-datang-Uk3K7ZfFiK.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Reuters

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui menggaet investasi pada saat ini jauh lebih sulit dibandingkan pada era Orde Baru. Sebab pada saat itu, sistem pemerintahannya menganut sentralistik.

Maksudnya adalah, segala keputusan terpusat di pemerintah pusat alias satu komando. Sementara pada saat ini, sistem pemerintahan dan perizinan menganut paham disentralisasi.

 Baca Juga: Jadi Negara Maju, RI Wajib Genjot Investasi Double Digit

Disentralisasi adalah sistem pemerintahan yang tidak terpusat. Artinya untuk mendapatkan atau mengurus izin harus melalui banyak pintu dari mulai pemerintah daerah, dan Kementerian Lembaga lainnya.

"Dulu mungkin pada rezim politik yang sentralistik, otoriter, bisa mengontrol hampir semua leader for investment climate itu. Akhirnya investasi datang," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, kebijakan desentralisasi membuat perizinan dipegang oleh banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Birokrasi yang berbelit menyebabkan ketidakpastian hukum, sehingga investor berpikir ulang untuk menanamkan modalnya.

 Baca Juga: Investasi dan Permintaan Pasar Domestik Diprediksi Landai di Semester II-2019

Hasilnya, kinerja investasi terus menurun dari tahun ke tahun. Pertumbuhan sektor manufaktur melambat dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto juga kian tergerus.

"Mereka bilang kami tidak problem mengeluarkan cost asal pasti ada hasilnya. Yang mereka tidak bisa kuat adalah saya sudah mengeluarkan biaya tapi saya tidak ada kepastian," katanya.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah bisa mencontoh China jika ingin mendongkrak investasi. Mereka tidak lagi memperhatikan kondisi geopolitik, justru melihat kepastian prospek bisnis.

Alhasil lanjut Sri Mulyani, Negeri Tirai Bambu itu menikmati derasnya aliran modal lantaran memberi kepastian hukum kepada investor.

"Makanya kalau Anda ingin seperti di RRT, dia (investor) enggak terlalu peduli dengan sistem politiknya, tapi mereka bisa delivery ada bisa kemudian menghasilkan result," katanya.

Wanita yang kerap disapa Ani itu mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan untuk mereformasi birokrasi. Tujuannya, untuk memberikan jaminan investasi kepada pemilik modal yang kadang terhambat oleh berbagai faktor di daerah.

"Yang dilakukan Indonesia bagaimana tetap bisa mempertahankan demokrasi kita. Namun kita tetap driver, makanya kenapa Presiden kemarin di dalam pidato visi misi, birokrasi kita tidak boleh terlalu berbelit-belit," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini