Perwakilan dari PT Sian Liep Bumi Persada dan CV Bawang Mas 99 selaku eksportir, Aman Buana Putra mengatakan, pihaknya mengekspor 1.000 ton bawang merah ke Singapura, Filipina, Malaysia, dan Thailand.
”Bawang merah ini dihasilkan petani dari Probolinggo dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Jahe pun dihasilkan petani di Ponorogo dan Probolinggo,” kata pria yang akrab disapa Aman ini.
Jahe termasuk komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sebab memiliki banyak manfaat. Mulai dari sebagai bahan baku pembuatan minuman penghangat, bumbu dapur, penambah rasa atau penyedap makanan, hingga bahan baku herbal. Khusus jahe, kata Aman, luas lahan yang ditanami jahe selalu menunjukkan peningkatan seiring minat para petani semakin tinggi karena lebih menguntungkan.
Sebagian besar budi daya jahe ditanam dengan sistem tumpang sari. Peluang untuk ekspor masih terbuka luas, permintaan jahe saat ini terutama berdatangan dari sejumlah negara di antaranya China, Bangladesh, Pakistan, Belanda, dan Brunei Darussalam.
”Pembeli luar negeri lebih tertarik jahe dari Indonesia bila dibandingkan jahe dari Vietnam dan Thailand. Ini disebabkan kandungan minyak asiri, pati, dan serat jahe Indonesia lebih baik,” kata Aman.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.