nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Ambruk, Ditjen Bina Marga Akan Sidak ke Proyek Tol BORR

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080071 sempat-ambruk-ditjen-bina-marga-akan-diam-diam-sidak-ke-proyek-tol-borr-uUY9fjKlLj.jpg Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengecek secara berkala pembangunan jalan tol lingkar luar alias Bogor Outer Ring Road (BORR). Hal tersebut menyusul ambruknya jalan tol BORR beberapa waktu lali.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan agar pembangunan dijalankan sesuai prosedur. Dirinya tidak menyebutkan kapan waktu sidak yang akan dilakukan.

 Baca juga: Kerugian Beton Proyek Tol BORR Ambruk Capai Rp1 Miliar

“Sidak. Jadi enggak perlu saya mau sidak, nah itu namanya bukan sidak. Itu kunjungan itu,” ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut Sugi, pengecekan akan dilakukan kapan pun pada waktu yang tak terduga. Bahkan dirinya bisa melakukan sidak pada malam hari ketika orang-orang tidak ada yang mengira.

 Tol BORR

“Diam-diam malam, sore, kadang-kadang saya keluyuran ke mana, nah ke sana,” ucapnya.

 Baca juga: Beton Ambruk, Proyek Tol BORR Bakal Molor?

Menurut Sugi, metode sidak ini sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap pengerjaan proyek. Apalagi proyek BORR sendiri baru baru ini mendapatkan banyak sorotan karena terjadi kecelakaan konstruksi.

“Fungsi pengawasan ini yang harus ketat diperbaiki. Makannya tadi itu fungsi saya dengan implementasi pelaksanaan makannya saya akan mengubah atau menambah,” kata Sugi.

 Baca juga: Jika Tol BORR Mangkrak, Kontraktor Tak Diberi Dispensasi Waktu

Sugi menjelaskan, jatuhnya tiang pancang pada jalan tol BORR dikarenakan kurang bagusnya pluring yang dilakukan. Sehingga berat total volumenya ada di tiang pancang.

Karena terlalu berat, lanjutnya, semenan atau plur-an itu tidak mampu menahan tiang pancang itu. “Mungkin belom sempat pluringnya bagus, sehingga berat jenis sama berat volume jadi berat total di pierhead menjadikan angkatannya berkurang sehingga itu rubuh,” jelasnya.

Dari hasil analisa Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan Konstruksi, ditemukan kelalaian pada tenaga di lapangan. Ada beberapa hal yang dilupakan oleh tenaga yang ada dilapangan sehingga membuat tiang pancang itu roboh.

“Dari analisa yang kita lakukan bersama tim KKK yang dari Bina Konstruksi, rekomendasi yang kita tampilkan adalah betul betul kedisiplinan,” jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini