nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beton Ambruk, Proyek Tol BORR Bakal Molor?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080027 beton-ambruk-proyek-tol-borr-bakal-molor-PIKmHMp8SX.jpeg Foto: Dirjen Bina Marga PUPR soal Tol BORR (Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan penyelesaian jalan tol ligkar luar Bogor alias Bogor Outer Ring Road (BORR) tidak akan molor. Meskipun proyek tersebut sempat dihentikan karena ambruknya tiang pancang jalan tol tersebut.

Asal tahu saja, proyek lingkar luar Bogor Seksi IIIA memiliki panjang 2,85 kilometer dengan target waktu penyelesaian 12 bulan, yaitu sampai akhir Desember 2019. Pekerjaannya menyambung pekerjaan sebelumnya yang hanya sampai persimpangan Jalan Sholeh Iskandar-Yasmin Bogor.

 Baca Juga: Beton Tol BORR Ambruk, Jasa Marga hingga PTPP Bisa Kena Sanksi

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, dihentikannya proyek sama sekali tidak menganggu. Mengingat kerusakannya tidak begitu parah dan juga hanya pemberhentiannya hanya berlangsung sebentar

“Enggak (molor penyelesaiannya) kan hanya masalah basah ya,” ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Pengerjaan akan tetap dikebut sehingga tidak mengalami molor. Namun, pemerintah tetap meminta agar pengerjaannya mengutamakan safety atau keselamatan.

“Intinya itu aja sekaligus mungkin safety factor dinaikkan. Kalau saya pribadi, safety-nya dinaikkan saja. Antisipasi, koreksi, supaya tidak mengganggu jadwal penyelesaian,” katanya.

 Baca Juga: Jika Tol BORR Mangkrak, Kontraktor Tak Diberi Dispensasi Waktu

Sugi menjelaskan, jatuhnya tiang pancang pada jalan tol BORR dikarenakan kurang bagusnya pluring yang dilakukan, sehingga berat total volumenya ada di tiang pancang.

Karena terlalu berat, semenan atau pluran itu tidak mampu menahan tiang pancang itu. “Mungkin belom sempat pluringnya bagus, sehingga berat jenis sama berat volume jadi berat total di pierhead menjadikan berkurang sehingga itu roboh,” katanya.

Dari hasil analisa Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan Konstruksi, ditemukan kelalaian pada tenaga dilapangan. Ada beberapa hal yamg dilupakan oleh tenaga yang ada dilapangan sehingga membuat tiang pancang itu roboh.

“Dari analisa yang kita lakukan bersama tim KKK yang dari Bina Konstruksi, rekomendasi yang kita tampilkan adalah betul-betul kedisiplinan,” jelasnya.

Sebelumnya, tiang penyangga dari proyek jalan tol lingkar luar Bogor atau Bogor Outer Ring Road (BORR) ambruk. Peristiwa itu disebabkan cetakan beton penyangga yang tidak kuat menahan beban.

Akibat kejadian itu, dua pekerja luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini