nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risiko Terburuk Gelembung Gas di Sumur Pertamina Mirip Film Deepwater Horizon

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 18:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080245 risiko-terburuk-gelembung-gas-di-sumur-pertamina-mirip-film-deepwater-horizon-tZLzitcgBJ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Gelembung gas yang muncul di lapangan YYA Blok Offshore North West Java (ONWJ) mendapatkan perhatian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Gelembungan tersebut dinilai harus segera diantisipasi sebelum berdampak lebih besar.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, gelembungan gas tersebut berpotensi menimbulkan semburan gas (blow out) seperti bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat. Bahkan bencana tersebut diabadikan dalam sebuah film hollywod yang berjudul Deepwater Horizon.

 Baca Juga: Ada Gelembung Gas di Lapangan YYA Pantai Utara

Dirinya menjelaskan, gelembungan yang terjadi bisa menimbulkan semburan gas (blow out). Jika dilihat, semburan gas itu bahkan skalanya bisa melebihi apa yang terjadi Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

"Pernah menonton Deep Horizon enggak? Kejadian buruknya bisa seperti itu (Deep Horizon)‎," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

 Baca Juga: Pertamina Resmi Ambil Alih 100% Wilayah Kerja Raja Sumsel

Menurut Djoko, Kementerian ESDM dan Pertamina sudah menurunkan tim untuk mengatasi gelembung gas tersebut. Upaya tahap awal adalah menyelamatkan pekerja untuk menghindari korban jiwa, kemudian berikutnya adalah mengantisipasi kerusakan lingkungan.

"Tim kami sedang berada di lokasi sejak hari kejadian kan Jumat (12 Juli 2019), kami sudah mengirim ke sana. Masih di Pertamina crisis center‎," katanya.

Selain itu lanjut Djoko, saat ini tengah dilakukan pengeboran miring. Hal ini dilakukan sebagai upaya penghentian gelembung gas.

Meskipun, upaya tersebut mengakibatkan anjungan lepas pantai yang ada di YYA Blok ONWJ yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE) mengalami kemiringan, saat ini kemiringannya sudah mencapai 8 drajat.

"Sekarang sedang diupayakan dilakukan bor miring untuk menutup kebocoran gas blow out. Risikonya anjungan miring 8 drajat miringnya," ucapnya.

Sebagai informasi. Sumur YYA-1 merupakan sumur reaktifasi di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.‎ ‎Gelembung gas muncul sejak Jumat (12/7/2019), dalam proses mengeboran untuk mengaktifkan kembali sumur YYA-1 untuk diproduksi kandungan minyak dan gasnya (migas).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini