nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Gelembung Gas, Pertamina Tutup Pengeboran Sumur Lepas Pantai YYA

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 11:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 18 320 2080434 ada-gelembung-gas-pertamina-tutup-pengeboran-sumur-lepas-pantai-yya-Iml3szcc1z.jpg Foto: Pertamina Hentikan Pengeboran Sumur di Lapangan YYA

JAKARTAPT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan telah terjadi gelembung gas di Lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ONWJ). Blok minyak dan gas (migas) tersebut terletak di perairan Pantai Utara Pulau Jawa.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya mengatakan, pada 12 Juli telah dilakukan pengeboran sumur YYA-1 yang menyebabkan munculnya gelembung di sekitar anjungan lepas pantai YAA yang dioperatori PHE ONWJ. Sumur itu di sekitar 2 kilometer (km) dari Pantai Utara Jawa, Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Risiko Terburuk Gelembung Gas di Sumur Pertamina Mirip Film Deepwater Horizon

“Bahwa sumur YY A1 ini sumur yang eksplorasi sebelumnya dan sedang kita preproasi untuk produksi. Itu buat lubang-lubang untuk kegiatan produksi. Saat melubangi itulah timbul flow, muncul gelembung gas,” kata Ifki di Jakarta, kemarin.

Pertamina Hulu Energi ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk menanggulangi kejadian gelembung gas ini. Untuk menghindari hal tidak diinginkan, pihak Pertamina Hulu Energi ONWJ sudah menutup kegiatan pengeboran sumur YYA1.

Selain itu, juga memindahkan pekerja yang berada di anjungan lepas pantai dan menara pengeboran. “Jadi, kami segera pada saat dilakukan penutupan, kami aktivasi IMT yang bertugas memonitori situasi di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Ada Gelembung Gas di Lapangan YYA Pantai Utara

Saat ini gelembung gas masih terjadi, Pertamina Hulu Energi ONWJ pun sudah menyiapkan perangkat untuk mengantisipasi kebocoran minyak. Selain itu, masyarakat di tiga desa dekat proyek tersebut sudah diminta bersiaga.

“Jadi nanti kita siapkan oil spill respond team untuk siapkan strategi di laut dan di darat, jangan sampai ke darat. Kami sudah ada tiga tim di laut. Oil boom (alat untuk mengatasi kebocoran minyak) panjangnya 3 km. Ada tiga desa diperkirakan bakal terpapar,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya telah berusaha mengurangi gelembung gas, namun pada Minggu (14/7) lalu justru makin banyak. “Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan SKK Migas, Ditjen Migas, dan instansi terkait dalam pengendalian kejadian tersebut,” kata Ifki.

Proyek dengan alokasi biaya USD85,4 juta dengan potensi cadangan minyak dan gas yang besar mencapai 4 MMBO dan gas 21,2 BSCF direncanakan berproduksi akhir September 2019.

Lapangan YY diharapkan menyumbang tambahan produksi minyak sebesar 4.065 BOPD dan gas bumi mencapai 25,5 MMSCFD di kepala sumur. Produksi dari Lapangan YY akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini