JAKARTA - Kehadiran bumbu kemasan yang diproduksi industri makanan skala besar berdampak terhadap melesunya angka penjualan komoditas rempah dan bumbu dapur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Orang-orang cenderung memilih yang praktis dan instan, yaitu bumbu kemasan," kata Mursito, pedagang rempah di Pasar Induk Kramat Jati, melansir laman antaranews, Jakarta, Kamis (18/7/2019).
Baca juga: Emak-Emak Serbu Operasi Pasar Murah Kementan
Dengan membanjirnya iklan bumbu kemasan di berbagai stasiun televisi maupun baliho sejak 2000-an hingga sekarang, ucap dia, angka penjualan terus merosot hingga 50 persen. "Dulu biasanya beli banyak untuk dijual lagi di pasar-pasar tradisional, sekarang kurang," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Berlin, salah seorang pedagang rempah lainnya di Pasar Induk Kramat Jati bahwa bumbu kemasan saat ini menjadi saingan mereka dalam berdagang.