nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tiket Turun, Pergerakan Pesawat di Soetta Dekati 1.250/Hari

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 13:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 20 320 2081357 harga-tiket-turun-pergerakan-pesawat-di-soetta-dekati-1-250-hari-JBiua3KTYy.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA –Jumlah lalu lintas penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten, berangsur normal setelah pada awal tahun ini mengalami penurunan.

Data Angkasa Pura (AP) II mencatat, saat ini sudah ada 1.200 pergerakan pesawat per hari. Angka tersebut sudah mendekati tren normal 1.250 pergerakan pesawat per hari.

Pergerakan pesawat ini meningkat signifikan bila dibandingkan dengan awal tahun yang hanya di kisaran 900 pergerakan akibat mahalnya tiket.

 Baca Juga: Darmin Heran Dituduh Terlalu Intervensi Turunnya Harga Tiket Pesawat

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mulai stabil semenjak masa angkutan Lebaran 2019.

“Sekarang sudah mulai stabil. Saat sepi kemarin jumlah penumpang kurang dari 150.000 per hari. Sekarang pergerakan penumpang sudah mendekati normal atau hampir 200.000 penumpang per hari,” ucapnya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, stabilnya pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara Soekarno- Hatta diperkirakan karena optimisme atas terciptanya keseimbangan baru antara suplai dan permintaan.

 Baca Juga: Maskapai Ngadu ke Ombudsman soal Tiket Pesawat Turun, Ini Reaksi Luhut

Selain itu penurunan tarif batas atas (TBA) serta diskon maskapai berbiaya he mat (low cost carrier /LCC) turut mendorong jumlah penumpang dan pergerakan pesawat. Awaluddin menambahkan, AP II juga telah memberikan insentif untuk maskapai berbiaya hemat supaya dapat memberi kan diskon 50% pada hari dan jam tertentu.

Di samping itu pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga tengah melakukan finalisasi formulasi insentif yang nantinya diberikan AP II maupun AP I bagi LCC. Sebagaimana diketahui, pemerintah mendorong maskapai Citilink Indonesia dan Lion Air menerapkan potongan harga 50% untuk total 208 penerbangan dengan jumlah kursi sebanyak 11.626 kursi.

Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari keputusan pemerintah dalam menyediakan penerbangan domestik murah pada hari dan jam tertentu.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengatakan, perlahan tapi pasti, masyarakat masih akan banyak memanfaatkan fasilitas angkutan udara.

“Saya kira seiring dengan pen dapatan masyarakat, keseimbangan pasti akan terbentuk ke depannya. Mau harga naik, tapi kebutuhan angkutan tidak bisa dihindari melihat potensinya yang masih besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, berbagai kebijakan dan dorongan di sektor ini juga dilakukan pemerintah sehingga masyarakat mulai teredukasi.

“Mulai dari harga tiket maupun tarif tam bahan lain saya kira secara perlahan juga akan tersosialisasi dengan sendirinya. Terbukti dengan tarif murah digulirkan, Kemenko mampu meningkatkan animo masyarakat membeli tiket pesawat,” sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini