Arus Modal Asing hingga Pertengahan Juli 2019 Capai Rp192,5 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 22 20 2081863 arus-modal-asing-hingga-pertengahan-juli-2019-capai-rp192-5-triliun-oVe2Wky5lE.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing dalam bentuk portofolio yang masuk ke Indonesia sampai dengan 18 Juli 2019 sebesar Rp192,5 triliun.

Angka itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp118,1 triliun dan saham sebesar Rp74 triliun. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, masuknya aliran modal asing itu menandakan kepercayaan investor pada perekonomian dalam domestik.

 Baca juga: BI: Modal Asing Masuk Rp112 Triliun hingga Mei 2019

”Ini tentu saja akan menambah surplus neraca modal dan pembayaran sehingga akan mendukung stabilitas eksternal ekonomi Indonesia menjadi juga faktor dalam melihat nilai tukar,” ujar Perry di Jakarta, kemarin.

 Rupiah

Dia mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II/2019 diprediksi tetap terjaga sehingga menopang stabilitas eksternal Indonesia.

Perkembangan ini ditopang surplus transaksi modal dan finansial yang lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya. Menurut dia, aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio diprediksi mencatat surplus besar didorong prospek perekonomian nasional yang baik dan daya tarik investasi aset keuangan domestik tinggi. Adapun terkait perkembangan nilai tukar, BI memandang ada kecenderungan menguat, permintaan dan penawaran bergerak aktif serta mekanisme pasar berjalan baik.

Baca juga: BI: Pertumbuhan Uang Beredar Tumbuh 6,2%

”Aktivitas di sektor valas cukup aktif, penawaran dan permintaan terus berjalan. Di mana investor asing portofolio juga masuk sehingga menambah permintaan,” katanya.

Jadi, masuknya investor asing akan memberikan faktor positif terhadap penguatan nilai tukar ke depan. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan mem perkuat pembiayaan domestik, BI akan terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas. BI juga menekankan investor dalam negeri atau luar negeri menyambut positif keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75%.

 Baca juga: Transaksi Elektronik Bakal Diperluas ke Daerah

Hal itu, menurut Perry, akan menambah nilai positif dari pasar maupun investor bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan akan membaik dengan stabilitas terjaga.

”Karena itu, kami terima kasih kepada para investor, pelaku dunia usaha, perbankan, dan semua pelaku pasar yang menyambut positif serta ini menjadi faktor positif melihat perbaikan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Perry.

Sejumlah indikator juga menunjukkan bahwa kegiatan sektor riil mengalami perbaikan, seperti hasil dari survei kegiatan dunia usaha survei manufacturing indeks dan survei perbankan. Adapun pemantauan harga berdasarkan sampai dengan pekan ketiga Juli, Bank Indonesia memperkirakan inflasi sebesar 0,2% secara bulanan dan sebesar 3,2% secara tahunan.

Perry mengungkapkan, inflasi tercatat di beberapa komoditas mengalami kenaikan, seperti cabai merah relatif besar 0,15%, cabai rawit sebesar 0,1%, dan perhiasan sebesar 0,04%.

Sementara beberapa komoditas yang mengalami penurunan, seperti tarif angkutan antarkota sebesar 0,08%, bawang merah sebesar 0,05%, dan daging ayam ras sebesar 0,03%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini