Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Darmin Instruksikan Pemda Lebih Aktif Kendalikan Inflasi

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2019 |13:40 WIB
Menko Darmin Instruksikan Pemda Lebih Aktif Kendalikan Inflasi
Foto: Menko Darmin (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kepada Pemerintah Daerah untuk lebih inovatif dalam mengendalikan inflasi. Asal tahu saja pada tahun ini pemerintah menargetkan angka inflasi berada di level 3,5% plus minus 1%.

Menurut Darmin, pemerintah daerah diharapkan bisa lebih berperan aktif dalam menekan angka inflasi. Misalnya dengan memanfaatkan infrastruktur utama yang sudah dibangun oleh pemerintah.

 Baca Juga: Gubernur BI Beberkan Tiga Jurus Jaga Inflasi Tetap Stabil

Dengan infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat ini seharusnya pemerintah daerah bisa membangun jalan-jalan ke sentra industri yang ada di daerah. Jika industri di daerah berkembang maka pasokan juga akan berlimpah.

Jika stok berlimpah maka harga pun akan terkendali. Selain itu, jalan-jalan penghubung ini juga bisa memperlancar distribusi barang.

"Ke depan, pemerintah daerah diharapkan semakin berperan aktif mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun serta melakukan inovasi pengendalian inflasi," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

 Baca Juga: JK Beberkan Dampak Buruk Inflasi Rendah

Memang lanjut Darmin, selama empat tahun ini pemerintah berhasil menekan angka inflasi di kisaran 3%. Namun usaha tersebut juga tidak terlepas dari usaha pemerintah bersama Bank Indonesia dan juga pemerintah untuk terus mendorong pemerintah daerah agar melakukan inovasi.

Menurut Darmin yang juga sebagai Ketua TPIP, apa yang sudah dilakukan pemerintah melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif) dalam menjaga inflasi akan terus dilanjutkan untuk mencapai terget inflasi pada 2019 ini.

Apalagi jika dibandingkan secara spasial terdapat beberapa daerah yang realisasi inflasinya di luar atau di atas sasaran inflasi nasional. Di mana pada tingkat provinsi, terdapat lima provinsi berada di atas sasaran. Sementara di tingkat kabupaten kota terdapat delapan yang berada di atas sasaran.

"Terjaganya realisasi inflasi 2018 tentu tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan Pemda dan BI melalui implementasi strategis 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif," jelasnya.

Adapun realisasi inflasi pada 4 tahun terakhir dapat dijaga sedikit di atas 3% dengan laju inflasi 2018 3,13% year on year (yoy). Dia mengatakan, pencapaian tersebut masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5% dengan deviasi 1%

Secara komponen pembentukannya inflasi pada harga barang-barang bergejolak terutama pangan (volatile food) di tahun 2018 sebesar 3,39% yoy. Sebaliknya, inflasi harga yang diatur pemerintah menunjukkan penurunan signifikan pada 2018 dari sebesar 3,36% menjadi 1,89% yoy pada Juni 2019.

"Pada Juni 2019, sedikit meningkat jadi 4,91% yoy. Sementara itu inflasi inti masih terjaga dengan laju sebesar 3,07% pada tahun 2018 dan 3,255% yoy pada bulan Juni 2019," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement