Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investor Dinilai Cemas Imbas Maraknya Hostile Takeover

Investor Dinilai Cemas Imbas Maraknya <i>Hostile Takeover</i>
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah analis dan pengamat pasar modal menyoroti maraknya aksi pengambilalihan paksa kontrol atau kendali (hostile takeover) di tubuh emiten. Aksi hostile takeover dinilai dapat menimbulkan ketidakpastian dan cenderung mengorbankan kinerja perusahaan sehingga membuat investor cemas.

Maraknya hostile takeover terlihat dari makin banyaknya emiten mengalami pengambilalihan kontrol perusahaan secara paksa. Sebut saja PT Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dan terakhir PT Jababeka Tbk (KIJA) yang juga dikabarkan mengalami aksi itu.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Mixed di 6.350-6.420

”Kita harus melihat kinerja sesudahnya, apakah pemegang saham yang baru masuk tersebut bisa diterima oleh pasar atau tidak,” ujar Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee dalam rilisnya di Jakarta.

 Saham

Jika tidak diterima dan justru menimbulkan kekisruhan hingga berujung gugat-menggugat, kata dia, hal itu tentu merugikan perusahaan yang dimaksud. Kondisi itu juga cenderung membuat ketidakpastian yang akhirnya membuat investor cemas.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Mixed dan Bertahan di Support

Aksi hostile takeover memang biasanya dilakukan dengan cara pengambilalihan paksa dan mengambil saham melalui tender offer atau membeli saham-saham satu perusahaan di pasar. Masalahnya, dampak negatif dari hostile takeover juga menjadi perhatian dari para investor.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement