JAKARTA - Memasuki era digitalisasi, setiap perusahaan harus mampu menyesuaikan supaya memiliki daya saing pada Industri 4.0. Hal ini berlaku juga pada PT Pegadaian (Persero) yang wajib menyiapkan strategi di era digitalisasi.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, persaingan industri gadai semakin ketat karena berkembangnya teknologi finansial atau fintech, di mana adanya layanan fintech peer to peer (P2P) lending. Terlebih adanya perubahan regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kini lembaga pembiayaan (multifinance) bisa memberikan layanan refinancing, jika sebelumnya hanya pembiayaan kendaraan saja.
Untuk menghadapi era tersebut, Pegadaian pun memiliki strategi lewat transformasi perusahaan di lima hal atau yang disebut G-Star. Pertama grow core yaitu fokus di bisnis utama sebagai pemain industri gadai, lalu grab new yaitu mengembangkan bisnis-bisnis baru.
"Termasuk pengembangan di Syariah yang terima agunan tanah. Secara ketentuan ini dibolehkan," katanya.
Baca Selengkapnya: Bisnis Terancam, Ini Strategi Pegadaian Bertahan di Era Digitalisasi
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.