Sengketa Biodiesel RI, Menko Darmin: Ujungnya ke WTO

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 28 Juli 2019 15:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 28 320 2084638 sengketa-biodiesel-ri-manko-darmin-ujungnya-ke-wto-NkqX2THVw0.jpg Foto: Biodiesel (Ist)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi sengketa soal bea masuk untuk produk biodiesel Indonesia ke pasar Uni Eropa (EU) bakal berujung pada penyelesaian sengketa di Worl Trade Organization (WTO).

Hal itu diungkapkan setelah kegiatan pada kegiatan Hari Ulang Tahun ke-53 di Kemenko Perekenomian Jakarta.

Baca Juga: Biodiesel Kena Bea Masuk 8%-18%, RI Protes ke Uni Eropa

"Jadi, apabila mereka sudah mulaikan tidak bisa dibiarkan gitu aja, pasti ujungnya ya ke WTO. Di mana nantinya kami akan mendengar apa yang mereka tuduhkan, kami jawab, diskusi dan berunding," ujar dia, Minggu (28/7/2019).

Dia menjelaskan, produk olahan dari kelapa sawit memang lebih unggul dibandingkan milik minyak nabati Eropa. Selain harga yang lebih kompetitif, produk olahan kelapa sawit milik Indonesia juga jumlahnya berlimpah.

Baca Juga: BPPT Monitor Kualitas Bahan Bakar B30

"Karena itu, tidak heran jika Uni Eropa berusaha membendung produk kelapa sawit asal Indonesia," ungkap dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menegaskan, Pemerintah Indonesia akan menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Uni Eropa (UE) atas dikeluarkannya proposal besaran bea masuk imbalan sementara produk biodiesel asal Indonesia pada Juli 2019. Besaran bea masuk imbalan sementara yang diajukan yaitu dengan margin 8%-18%

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini