Namun Thomas menyebut hal tersebut belum bisa terwujud pada tahun ini. Sebab, efekmya akan terasa pada waktu satu dua tahun mendatang.
"Kira-kira 2021-2022. Ini kan butuh waktu, mulai beroperasi pelan-pelan, diperkirakan mencapai USD1 miliar per tahun, eskpor per tahun untuk Pegatron," katanya.
Sebagai informasi sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada Mei 2019 memang telah memastikan perusahaan perakit iPhone tersebut berniat mengalihkan sebagian produksinya dari China ke Indonesia. Pegatron memindahkan basis produksi non-iPhone untuk menghindari tarif tinggi saat produk diekspor ke Amerikat Serikat.
Pasalnya, perakit komponen asal Taiwan tersebut terkena imbas dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Sehingga, tarif ekspornya lebih mahal.
(Dani Jumadil Akhir)