Pembangunannya pun, lanjut dia, akan dilakukan bertahap, yakni Jakarta-Semarang kemudian Semarang-Surabaya.
Zulfikri sudah meminta kepada Jepang untuk melibatkan industri lokal, baik itu kontraktor maupun komponen kereta.
Terkait potensi bencana banjir serta adanya pipa PT Petrokimia Gresik, Zulfikri mengatakan hal itu sudah diantisipasi.
"Kita sepakat untuk bangun dengan 'electrical multiple unit', artinya enggak pakai lokomotif dan dengan 'narrow gate' 1.067,awlny ajuga akn dibangun beton sepanjang enam meter untuk mencegah banjir," katanya.
Terkait nilai investasi, dia mengatakan, tergantung hasil dari studi kelaikan, awalnya kebutuhan investasi tersebut senilai Rp70 triliun.
(Fakhri Rezy)