nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran BPJS Akan Naik, Menkes Sebut Tunggu Menkeu dan Koordinasi dari Menko PMK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 20:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 05 320 2088113 iuran-bpjs-akan-naik-menkes-sebut-tunggu-menkeu-dan-koordinasi-dari-menko-pmk-qcj9vOXS17.jpg Menkes Nila Moeloek (Foto: Okezone)

JAKARTA - BPJS Kesehatan akan mengalami defisit Rp28 triliun hingga akhir tahun nanti. Selain suntikan modal, sebetulnya ada cara agar defisit tersebut tidak benar-benar membengkak. Yakni, dengan menaikkan iuran peserta BPJS.

Menkes Nila F. Moeloek belum memastikan apakah iuran BPJS akan dinaikkan atau tidak. Namun, Kemenkes masih menunggu keputusan dari Kemenkeu.

 Baca juga: Fakta di Balik Defisit BPJS Kesehatan Bengkak Rp28 Triliun, Iuran pun Naik

"Belum, belum (naik). Kami nunggu Kemenkeu, di Kemenkes enggak bisa (naikan), kami hanya bisa mengatur dan memperbaiki. Itu kami sudah lakukan," kata Nila di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2019).

 Menkes Nila Moeloek (MCH 2019)

Sebenarnya, kenaikan iuran BPJS sudah diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan pasal 16i Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang menyebut bahwa besaran iuran seharusnya ditinjau setiap dua tahun.

 Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik

Menkes Nila F. Moeloek tengah menunggu Menko PMK Puan Maharani untuk membahas keputusan naik atau tidaknya BPJS. Termaksud, rapat teknis bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Belum, belum nanti Menko PMK yang mengkoordinir," terangnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memberikan sinyal bahwa iuran BPJS akan dinaikkan guna menambal defisit keuangan BPJS yang diperkirakan mencapai Rp28 triliun.

Nila pun meminta masyarakat tetap bersabar menunggu keputusan realisasi kenaikan iuran karena pemerintah masih menimbang baik dan buruk implementasi kebijakan tersebut terhadap masyarakat.

"Dilihat, kalau dinaikkan dampaknya seperti apa dan kalau tidak seperti apa. Jadi sabar, sabar, tunggu dulu," pungkas Nila.

1
2

Berita Terkait

BPJS Kesehatan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini