Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Gonjang-ganjing, Destry: Tidak Perlu Panik

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 07 Agustus 2019 |15:06 WIB
Rupiah Gonjang-ganjing, Destry: Tidak Perlu Panik
Foto: Destry Damayanti (Yohana/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut pergerakan nilai tukar Rupiah sangat rentan terhadap kondisi ekonomi global. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan, meski ekonomi domestik dalam kondisi baik, namun kondisi eksternal bisa membuat nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif.

"Jadi kadang tidak ada sesuatu apapun di domestik, tapi karena tiba-tiba di global ada goncangan, kita akhirnya ikut goncang juga," ujarnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

 Baca Juga: Ekonomi Kuartal II-2019 Tumbuh Melambat, Destry: Perlu Diversifikasi Ekspor

Nilai tukar Rupiah di pasar spot Bloomberg pada perdagangan hari ini, Rabu (7/8/2019) terpantau berada di level Rp14.241 per USD. Angka tersebut menguat 35,5 poin atau 0,25% dibanding penutupan kemarin yang berada di kisaran Rp14.276 per USD. Pada hari sebelumnya, Rupiah bahkan sempat melemah ke level Rp14.315 per USD.

Oleh sebab itu, lanjutnya, Bank Sentral akan menjaga stabilitas Rupiah dengan mempertahankan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Menurutnya, BI juga akan selalu berada di pasar untuk melakukan intervensi.

"BI akan selalu berada di pasar untuk mewaspadai pergerakan instabilitas yang terjadi di sektor keuangan," ujarnya.

 Baca Juga: Juli 2019, Cadangan Devisa Naik Jadi USD125,9 Miliar

Kendati demikian, Destry menekankan, untuk pasar tak perlu panik terhadap pergerakkan nilai tukar yang fluktuatif. Menurutnya, hal itu hanya bersifat sementara saja, di samping BI yang juga terus berupaya menjaga stabilitas keuangan.

"Sehingga kalau kita bisa jaga stabilitas makro tentunya kita tidak perlu panik, market tidak perlu panik karena goncangan itu biasanya sifatnya sesaat," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement