JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memaparkan progres terkini proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Pembangunan fisik dari kereta cepat pertama di Indonesia ini sudah mencapai 27,2%.
Baca Juga: Beroperasi 2022, RI-Jepang Teken MoU Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Setelah Kemerdekaan
Direktur Utama Wika Tumiyana mengatakan, pembangunan fisik terus dilakukan oleh pihaknya. Sambil membangun, pihaknya juga tengah menyelesaikan masalah pembebasan lahan.

Pembebasan lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menyisakan 2% lagi. Dirinya optimis secara keseluruhan, pembangunan bisa rampung tepat waktu.
Baca Juga: Dimulai 2021, Konstruksi Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Dibangun 3 Tahun
"Progres kereta cepat sampai posisi sekarang sudah 27,2% secara keseluruhan. Sisa pembebasan tanah tinggal 2,7%," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/8/2019).
Tumiyana menjelaskan, masalah lahan sudah tidak ada kendala, karena diselesaikan seiring pembangunan yang dilakukan.
"Itu tidak harus selesai di depan karena terdiri fasilitas sosial dan fasilitas umum dari area yang kena lintasan yang harus dipindahkan. Sehingga track utamanya semua sudah bebas, di lapangan semua sudah bergerak dari mulai km 0 sampai km 142," jelasnya.
Pihaknya menargetkan kereta cepat beroperasi di pertengahan 2021. Adapun hingga akhir 2019 nanti, Kereta Cepat Jakarta-Bandung pembangunannya sudah mencapai 51%.
"Sehingga kuartal II-2021 sudah mulai trial operasi selama 3 sampai dengan 4 bulan, setelah itu akan di-operate secara penuh sampai dengan di 2021. Dan target sampai akhir tahun 2019 itu antara 49 sampai dengan 51%," jelasnya.
(Feby Novalius)