Oleh sebab itu, lanjutnya, Bank Sentral akan menjaga stabilitas Rupiah dengan mempertahankan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Menurutnya, BI juga akan selalu berada di pasar untuk melakukan intervensi.
"BI akan selalu berada di pasar untuk mewaspadai pergerakan instabilitas yang terjadi di sektor keuangan," ujarnya.

Kendati demikian, Destry menekankan, untuk pasar tak perlu panik terhadap pergerakkan nilai tukar yang fluktuatif. Menurutnya, hal itu hanya bersifat sementara saja, di samping BI yang juga terus berupaya menjaga stabilitas keuangan.
"Sehingga kalau kita bisa jaga stabilitas makro tentunya kita tidak perlu panik, market tidak perlu panik karena goncangan itu biasanya sifatnya sesaat," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.