Hal ini sekaligus memastikan MRT Jakarta tidak akan mengalami pemadaman listrik. Menurutnya, kemungkinan PLTD Senayan tak berfungsi ketika digunakan sangat kecil, lantaran sudah dilengkapi dengan mesin yang memadai.
"Secara teoritis probabilitas kemungkinan 6 mesin yang ada di PLTD Senayan mengalami kerusakan itu sangat kecil. Jadi kalau 50% rusak masih ada 50 MW yang masih berfungsi. Cukuplah itu untuk kebutuhan MRT Jakarta," jelas dia.
Haryanto menjelaskan, kapasitas pembangkit listrik baru itu memang masih mencukupi untuk kebutuhan MRT Jakarta saat ini. Namun, untuk kebutuhan listrik usai pembangunan MRT tahap II dan III rampung, pihaknya akan menyesuaikan kembali.
"MRT Jakarta sekarang ini bebannya belum sampai 60 mw. Jadi dengan adanya pembangunan selanjutnya, kami akan menghitung apakah cukup dengan ini saja atau perlu menambah dan kami lakukan berkoordinasi dengan pihak MRT Jakarta," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.