Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Pembangkit, MRT Jakarta Bebas Mati Listrik Oktober 2019

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |15:50 WIB
Bangun Pembangkit, MRT Jakarta Bebas Mati Listrik Oktober 2019
MRT (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai pembangkit cadangan untuk memenuhi kebutuhan listrik MRT Jakarta. Sehingga dipastikan MRT Jakarta tak akan mengalami pemadaman listrik seperti yang terjadi di Minggu, 4 Agustus 2019.

Direktur Regional Jawa Barat Banten PLN Haryanto W.S. menyatakan, pembangkit listrik tersebut berkapasitas 101 megawatt (mw) dengan nilai proyek sebesar Rp1 triliun. Saat ini, MRT Jakarta memiliki kontrak pasokan listrik sebesar 60 mw per hari.

 Baca juga: Imbas Mati Listrik Serentak, MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta

"Jadi kami siapkan PLTD ini khusus untuk backup kebutuhan listrik MRT Jakarta," ujarnya di PLTD Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019)

 MRT

Pembangunan PLTD Senayan tersebut hampir rampung, saat ini progressnya sudah mencapai 95%. Konstruksi PLTD Senayan yang membutuhkan waktu 15 bulan sejak Juni 2018 lalu, ditargetkan selesai sebelum Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2019.

 Baca juga: Menhub Minta MRT dan KRL Punya Pembangkit Listrik Sendiri

Dengan demikian, MRT Jakarta akan memiliki dua pembangkit listrik cadangan. Pasokan listrik utama berasal dari Subsistem Gandul-Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah.

Kemudian Subsistem Cawang-Bekasi melalui Gardu Induk PLN CSW menjadi cadangan pertama untuk pasokan listrik MRT. Cadangan kedua yakni pasokan listrik dari PLTD Senayan.

"Jadi kalau itu backup jalur utamanya mati, backup pertama mati, maka backup dua inilah yang menjadi last resource (sumber terakhir)," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement