nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Tak Ingin Industri Radio Mati

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 08 Agustus 2019 16:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 08 320 2089424 erick-thohir-tak-ingin-industri-radio-mati-NmYLuOCzZ2.jpeg Foto: Ketua Persatuan Radio Nasional Erick Tohir

JAKARTA - Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Erick Thohir menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVIII di Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Musda PRSSNI dihadiri perwakilan dari 66 radio di Jawa Timur digelar di Kantor Sekretariat PRS-SNI Jatim, di Surabaya.

Baca Juga: Tak Bertele-tele, Tambahan Anggaran Kemenperin Rp2,88 Triliun Disetujui DPR

"Saya berharap, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tegas dalam menjalankan regulasi. Bagi kami, para pengusaha radio, fairness terhadap para pelaku di industri ini sangat penting, agar industri ini tidak mati," ujarnya, dalam keterangannya, Kamis (8/8/2019).

Erick Tohir bersama Gubernur Jatim

Dlam pertemuannya dengan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, dia membicarakan mengenai olah raga, fasilitasnya serta pengembangan industri di Jatim.

Baca Juga: Tanpa Menteri Rini, DPR Setujui Anggaran Kementerian BUMN Rp345 Miliar

“Senang sekali bertukar pikiran dan pengalaman bersama Ibu Khofifah dan Mas Emil. Pembahasan diawali dari pengembangan media, olahraga, potensi ekonomi dan peningkatan sektor industri di Jawa Timur. Jawa Timur dalam hal ini Surabaya sebagai kota terbesar setelah ibukota, memiliki potensi yang luar biasa. Ditambah lagi jumlah generasi muda yang banyak dapat dengan mudah meningkatkan industri olahraga” katanya.

Khusus mengenai fasilitas olah raga, Erick berharap harus menjadi fasilitas yang multifungsi. Gedung basket, misalnya, peruntukannya jangan hanya untuk basket. Bisa dibuat arena voli, bisa pula untuk tempat pertunjukan.

Selain itu, dari sisi pariwisata, Erick menambahkan, Presiden Jokowi pernah menyampaikan bahwa harus ada 10 Bali Baru, di mana salah satunya adalah Bromo.

“Tadi Ibu Khofifah malah berpikir lebih luas. Jika perlu ada dua titik lagi di Jatim, karena sektor pariwisata bisa menjadi tempat penyumbang ekonomi yang bagus maupun pembuka lapangan pekerjaan. Saya yakin, pariwisata bisa semakin berkembang di Jatim, apalagi penduduk di sini punya nilai-nilai melayani tamu yang lebih tinggi dari beberapa daerah lain. Itu adalah salah satu aset untuk pariwisata. Saya yakin, Jatim bisa lebih maju lagi industri pariwisatanya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini