Wapres JK Bicara Transformasi Ekonomi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 09 320 2089727 wapres-jk-bicara-transformasi-ekonomi-WvsiMOEdhc.jpeg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto:Giri/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka acara seminar nasional dengan tema Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kabinet Kerja.

Sebut saja seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Selain itu, hadir juga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan para ahli dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, JK mengatakan, jika ingin melakukan transformasi, maka Indonesia harus merubah bentuk ekonominya, sehingga pendapatan yang dihasilkan bisa lebih besar lagi dan berpengaruh tehadap pertumbuhan ekonomi.

“Dan kita membutuhkan nilai tambah, membutuhkan suatu skala ekonomi atau menambah teknologi itulah bentuk kita meningkatkan pendapatan mentransformasi ekonomi kita lebih baik,” ujarnya saat membuka acara seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Ekspor Automotif Indonesia Kalah dari Thailand, Wapres JK: Kita Terlambat

Sebab menurut JK, secara umum definisi transformasi adalah perubahan bentuk. Perubahan bentuk dari sisi transformasi negara adalah bagaimana merubah agar ekonominya lebih baik lagi.

Menurut JK untuk menjadi negara dengan ekonomi baik adalah dengan cara memastikan agar masyarakatnya makmur dan adil. Untuk meningkatkan kemakmuran maka diperlukan untuk meningkatkan pendapatan.

“Semalam saya buka kamus apa arti transformasi. Transformasi itu sederhana yaitu perubahan bentuk. Hari ini kita berbicara bagaimana mengubah bentuk ekonomi kita biar lebih naik,” katanya.

Baca Juga: Tak Lagi Jadi Wapres, Apa yang Akan Dilakukan Jusuf Kalla?

Menurut JK, untuk meningkatkan ekonomi perlu peran semua pihak. Sebab jika hanya oleh pemerintah maka kemakmuran yang adil tak akan terwujud.

“Kita semua mempunyai tugas bagaimana meningkatkan kemakmuran yang adil di negeri ini,” ucapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini