Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga 20 Kali Lipat, Kepala BKPM: Contoh China

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 09 Agustus 2019 |20:06 WIB
   Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga 20 Kali Lipat, Kepala BKPM: Contoh China
Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut investasi asing menjadi salah satu stimulus agar ekonomi bisa tinggi. Karena banyak negara maju dengan pertumbuhan ekonomi tinggi ditopang investasi asing.

Salah satu contohnya China. Negara Tirai Bambu berhasil meningkatkan pendapatan 20 kali lipat berkat masuknya investasi asing.

Baca Juga: Tom Lembong Sebut Indonesia Masih Anti Investasi Asing

Awalnya, pendapatan China hanya USD0,5 triliun. Namun dalam kurun waktu 20 tahun meningkat menjadi USD13 triliun.

"Saya kira Pak Wapres memberi contoh China. Dalam 20 tahun dia bisa menumbuhkan ekonominya 20 kali lipat dari USD0,5 triliun per tahun jadi USD13 triliun per tahun. Dan itu diawali dengan arus modal masuk yang luar biasa yang dasyat," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Mantan Menteri Perdagangan menjelaskan, 20 tahun lalu, China sangat kental dengan pelibatan pengusaha dalam negeri untuk pembangunan. Namun, seiring bergantinya pemerintahan negara itu pun melakukan banyak transformasi.

Baca Juga: Kepercayaan Investor Eropa Berbisnis di Indonesia Turun

China yang semula merupakan negara agraris melakukan transformasi dari ekonomi menjadi ekonomi industri atau manufaktur. Hal tersebut berawal dari membuka diri dari penanaman modal asing di sektor industri.

Seharusnya, lanjut Thomas, Indonesia meniru hal tersebut dan mulai terbuka dengan investasi asing. Pasalnya, Indonesia masih tergolong menjadi negara yang anti dengan modal asing.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh organisasi untuk kerja sama dan pembangunan ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menempatkan Indonesia diurutan 3 terbawah negara anti investasi asing.

"Beberapa minggu lalu ada study oleh OECD, dia mengurut 60 negara di dunia dan Indonesia adalah paling rendah nomor 3 dari bawah. Negara paling tertutup terhadap investasi asing atau investasi internasional,” ucapnya.

Indonesia sudah mulai terbuka dengan aliran modal asing walau belum secepat negara tetangga. Dalam 4,5 tahun terakhir berbagai kebijakan dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menggaet pemodal asing masuk ke Indonesia.

"Tentunya kita mendorong keras untuk membuka lebih banyak sektor di perekonomian Indonesia lebih terbuka di internasional dan saya kita 4,5 tahun terakhir banyak kemajuan. Namun, tadi Pak Wapres beri banchmarking. Saya cuma ingin memperlihatkan keterbukaan ekonomi kita dibanding negara-negara tetangga," kata Thomas.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement