nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fresh Graduate Ingin Punya Kartu Kredit? Ini Perhitungannya!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 09:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 320 2091647 fresh-graduate-ingin-punya-kartu-kredit-ini-perhitungannya-3V0VMU1tXf.jpg Kartu Kredit (Reuters)

JAKARTA - Memiliki kartu kredit mungkin menjadi salah satu bagian dari gaya hidup masa kini. Di era digitalisasi ini segala kegiatan transaksi jadi mudah dilakukan dengan adanya kartu kredit.

Namun, apakah kartu kredit perlu dimiliki juga oleh para pekerja fresh graduate. Di mana umumnya pendapatan mereka terbatas di Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan.

 Baca juga: Punya Cicilan Rumah atau Mobil? Ini Pengeluaran yang Harus Dibuang untuk Berhemat

Menurut, Financial Planner dari Finansia Consulting Eko Endarto, pekerja fresh graduate bisa saja memiliki kartu kredit. Namun, dengan catatan memahami bahwa fungsi kartu kredit sebagai alat pembayaran bukan uang tunai tambahan.

 Kartu Kredit

"Tapi kalau enggak mengerti, bisa kacau balau nanti. Bisa-bisa utangnya malah tambah-tambah terus, masa depannya bahaya," ujar dia kepada Okezone, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

 Baca juga: Kena PHK Bikin Trauma, Ini Solusi Agar Tetap PD saat Wawancara Kerja

Dia menyatakan, kartu kredit memang menawarkan sejumlah kemudahan dan promo menarik, meski begitu pengguna kartu kredit harus bisa menahan diri untuk berperilaku konsumtif. Serta lebih mawas diri dalam menentukan penggunaannya.

Eko menekankan, penggunaan kartu kredit harus memenuhi syarat yakni kepastian adanya uang untuk membayar tagihan dengan nilai tersebut dan kepastian bahwa akan adanya uang masuk untuk lakukan pembayaran.

 Baca juga: Gaya Hidup dan Hobi Bisa Jadi Duit, Intip Strateginya!

"Misalnya gajian tanggal 27, dia pakai transaksi di tanggal 20. Itu tidak apa-apa. Tapi tanggal 27 harus dibayarkan, karena itu pengganti alat bayar bukan tambahan uang tunai," jelas dia.

Sementara itu, Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad memiliki pandangan sebaliknya. Dia merekomendasikan pekerja fresh graduate tak perlu memiliki kartu kredit.

Menurutnya, mereka harus lebih dulu belajar mengelola keuangan, mengingat baru membiasakan diri dengan memiliki pendapatan. Di sisi lain, pendapatan pekerja fresh graduate juga belum stabil, sebab umumnya mereka merupakan karyawan kontrak.

"Kalau memang orangnya tertib sih enggak apa-apa. Tapi kan masalahnya anak-anak sekarang agak labil, hobi belanja, penawaran promo ada di mana-mana," jelas dia.

Di sisi lain, lanjut dia, limit penggunaan kartu kredit yang ditawarkan malah melampaui dari pendapatan per bulan. Hal itu berbahaya jika penggunaanya konsumtif dan tak memiliki kemampuan membayar.

"Gaji Rp4 juta tapi limit sampai Rp10 juta. Itu bikin jadi lupa ingatan, belanja sana-sini. Mereka jadi berhutang dan komsumtif," katanya.

 Kartu Kredit

Oleh sebab itu, Tejasari menilai pekerja fresh graduate lebih baik belajar mengelola keuangan lebih dahulu menggunakan kartu debit. Di mana transaksi pembayaran hanya bisa dilakukan jika memang memiliki kecukupan dana.

"Kalau sudah semakin dewasa kelola uang, serta pendapatan stabil karena pekerjaan sudah tetap dan tidak kontrak lagi, itu baru muali mencoba punya kartu kredit," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini