nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ogah Bicara Kompensasi Soal Mati Listrik, Bos MRT Jakarta : Reputasi Tidak Bisa Dihitung

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 15:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 320 2092286 ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung-JCz6D7Vf07.jpg MRT (Okezone)

JAKARTA - PT MRT Jakarta ogah membicarakan kompensasi kerugian yang harus dibayarkan PT PLN (Persero) akibat padamnya listrik (blackout) beberapa waktu lalu. Padahal, total kerugian MET Jakarta mencapai Rp507 juta akibat pemadaman listrik tersebut.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, permasalahan tidak hanya melulu tentang pembayaran kompensasi saja. Melainkan juga banyak hal-hal lain yang merugikan dan tidak dapat dihitung dengan angka.

 Baca juga: MRT Jakarta Minta PLTD Senayan Standby 24 Jam

Menurut William, reputasi MRT Jakarta dan pelayanan ke penumpang pun menjadi taruhannya. Apalagi MRT Jakarta sebagai perusahaan tansportasi baru yang saat ini keberadaanya sedang di gandrungi.

 MRT mati listrik (dok MRT)

“Kami nggak bicara kompensasi di sini, karena persoalannya kan kita kehilangan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dihitung ya, soal reputasi, soal penumpang yang mengalami kerugian, itu gitu," ujarnya di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

 Baca juga: Cegah Mati Listrik, MRT Jakarta Belajar dari Korea

Menurut William, saat listrik padam, kereta MRT sampai ada yang berhenti di jalur bawah tanah dengan penumpang terjebak di dalamnya. Bahkan penumpang pun harus segera dievakuasi.

"Kalau menggunakan mekanisme kompensasi PLN kan itu tidak menggambarkan sebenarnya the big think kerugian yang kita terima ya. Yang kita ingin minta adalah komitmen PLN untuk memberikan jaminan bahwa tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti kemarin," jelasnya.

Oleh karena itu lanjut William berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Pasalnha, operasional MRT Jakarta bergantung pada pasokan listrik. Bila kehilangan pasokan sumber daya tersebut maka MRT akan mogok.

"Karena dampak dari kejadian kemarin itu adalah situasi bahwa ternyata pasokan listrik itu bisa terhenti, dan kalau pasokan listrik terhenti operasi MRT otomatis terhenti," kata William.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini