nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Pendidikan Rp505,8 Triliun, Sri Mulyani: Untuk Peningkatan Skill

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 17:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 16 20 2092898 anggaran-pendidikan-rp505-8-triliun-sri-mulyani-untuk-peningkatan-skill-WhKc22400l.jpg Foto: Konferensi Pers Nota Keuangan (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar Rp505,8 triliun pada 2020. Angka tersebut naik 29,6% dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di 2015 yang hanya Rp390,3 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari total dana yang dianggarkan akan diperuntukan untuk tiga hal. Pertama, untuk program peningkatan skill.

Baca Juga: 3 Strategi Fiskal Jokowi pada 2020

“Skill ini selalu dibunyikan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan skill. Sebab peningkatan ini bisa berkontribusi kepada perekonomian Indonesia,” ujar Sri Mulyani, di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

Lalu dana tersebut akan digunakan untuk penguatan pada Information and Communication of Technology (ICT). Ini juga seiring dengan perkembangan zama yang mana semua mulai bergeser ke arah digital.

Terakhir adalah anggaran untuk penelitian. Penelitian ini sangat penting mengingat beberapa waktu lalu, pemerintah di kritik karena rendahnya anggaran penelitian.

“Anggaran pendidikan untuk peningkata skill, penguata ICT dan anggaran peneleitian,” ujarnya.

Baca Juga: Jelang Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan, Penjagaan di Gedung DPR-MPR Diperketat

Seperti dibertakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, alokasi anggaran pendidikan itu sudah tertuang salam amanat kontitusi. Di man amanat kontitusi, pemerintah wajib mengalokasikan anggaran untuk pendidikan minimal 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari belanja negara,” ucapnya.

Menurut Jokowi, dengan anggatan tersebut diharapkan kualitas pendidikan Indonesia meningkat. Dan tentu saja tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang pendidikannya tertinggal

Menurut Jokowi, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan sevara berurutan sejak pendidikan dasar. Diusia dini, pendidikan dasar diharapakn bisa meningkatkan kemampuan literasi dari sang anak.

Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

“Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, di jenjang menengah pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan.

“Kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini