nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Tanah Bakal Bereskan Konflik Pembebasan Lahan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Agustus 2019 21:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 18 470 2093481 bank-tanah-bakal-bereskan-konflik-pembebasan-lahan-Tyv7hEneD2.png Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

JAKARTA - Pemerintah tengah merancang pembentukan bank tanah (land bank) untuk mempermudah proses pembebasan lahan dalam menggarap infrastruktur. Saat ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) tengah menyusun draf Rancangan Undang-Undang pertanahan ayang didalamnya mencakup land bank

Pembentukan Bank Tanah melalui RUU Pertanahan ini mendapat sambutan baik dari akademisi IPB I Ketut Sunarminto. Menurutnya, semua hal yang berkaitan dengan tanah pengalamannya di lapangan banyak konflik pertanahan yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan karena negara tidak hadir.

Misalkan ada investor dan mendapatkan izin untuk berusaha dan kemudian harus membebaskan tanah sendiri di lapangan, yang terjadi adalah konflik dengan masyarakat, tidak mudah membebaskan tanah itu, maka kemudian banyak izin yang keluar namun 4 -5 tahun tidak tergarap. Kemudian Pemerintah Daerah mengeluarkan lagi izin di tempat yang sama, investasi menjadi tidak efektif.

“Saya sepakat jika ada Bank Tanah yang fungsinya adalah menyediakan tanah yang clean and clear karena baik untuk kepentingan investasi maupun kepentingan umum,” tandas Ketut.

Pada kesempatan yang sama menurut Plh. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Andi Tenrisau mengatakan selain Bank Tanah dalam RUU Pertanahan ini juga memperkenalkan yang disebut rechsverwerking yaitu keadaan hapusnya hak apabila tidak dikuasai dan digunakan dalam jangka waktu tertentu dan dimanfaatkan oleh pihak lain secara itikad baik.

“Kemudian kita tetapkan hak seseorang yang memiliki itikad baik tersebut,” ucapnya.

(rhs)

Berita Terkait

RUU Pertanahan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini