nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Keluar dari Pabrik, Produksi Kereta LRT Bakal Mampet

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 16:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 320 2093875 pabrik-penuh-sesak-inka-minta-kereta-lrt-jabodebek-di-angkut-ke-jakarta-dpgRihvRFc.jpg LRT (Okezone)

JAKARTA - PT INKA (Persero) sudah menyelesaikan sebagian besar pesanan kereta LRT Jabodebek yang mana ada sekitar 134 bodi gerbong yang sudah rampung dikerjakan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada PT KAI (Persero) untuk segera mengirim kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek ke Jakarta.

Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro mengatakan, alasan mengapa pihaknya meminta agara segera mengangkut adalah karena saat ini kereta LRT memenuhi pabrik yang dimiliki Perseroan di Madiun. Penuh sesaknya pabrik kereta di Madiun membuat Perseroan tidak bisa memproduksi lagi.

 Baca juga: Uji Coba Bulan Depan, LRT Akan Mondar-mandir Cibubur-Cawang

“(134) Sudah dibuat body-nya, cuma kalau nggak dikeluarkan ya mampet saya nggak bisa produksi lagi. LRT semua, sudah merah semua tadi," ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin (19/8/2019).

 LRT

Menurut Budi, secara keseluruhan, INKA mengerjakan pesanan 31 trainset LRT Jabodebek. Masing-masing trainset terdiri dari 6 gerbong.

 Baca juga: Mati Listrik Serentak, Operasional LRT Dihentikan

Dan saat ini, sebagian dari gerbong yang sudah rampung bakal menjalani factory acceptance test (FAT) di Madiun. Setelah itu, dia berharap secara bertahap pesanan LRT Jabodebek bisa diangkut ke Jakarta.

"Ini yang lain jadi masalah, karena lahan kita sudah penuh. Kalau teman-teman ke Madiun merah semua, kita hampir 134 kereta selesai sudah penuh itu," jelasnya.

 Baca juga: Subsidi LRT Palembang Naik Jadi Rp180 Miliar pada 2020

Dia menambahkan, satu rangkaian kereta LRT Jabodebek pertama akan diuji coba pada awal September mendatang. Dia berharap uji coba dilakukan secara optimal, paling tidak memakan waktu 6 bulan.

"Maka, dengan persetujuan KAI kita akan naruh setelah dites di bawa ke sini (Jakarta). Target 1 (trainset)besok ini selesai, maka harus ada tiga (trainset) setiap bulan selesai FAT-nya. Operasinya tergantung nanti kalau selesai infrastruktur," jelasnya.

Awal September lanjut Budi direncanakan satu trainset dikirim ke Jakarta untuk diujicobakan di jalur yang sudah tersedia. Proses pengiriman paling tidak butuh waktu sepekan. Sedangkan untuk uji coba jalur sekitar 6 bulan, melintasi 5 stasiun.

"Karena kita tidak pakai masinis, driver less. Teknologi baru ini, betul-betul waktunya cukup untuk trial, paling nggak 6 bulan lah untuk bisa mengetahui keandalan kereta ini," kata Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini