nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semen China Diduga Lakukan Predatory Pricing, KPPU Cari Bukti

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 20:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 320 2094022 semen-china-diduga-lakukan-predatory-pricing-kppu-cari-bukti-JHBIC0hrOV.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebut saat ini sedang masih melakukan proses klarifikasi terkait adanya dugaan praktik predatory pricing yang dilakukan oleh produsen semen China, Conch.

Predatory pricing merupakan strategi perusahaan menetapkan harga sangat rendah dalam jangka waktu tertentu, hingga mematikan perusahaan lawan.

Direktur Penindakan dan Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean mengatakan, pihaknya saat ini masih memerlukan bukti lebih untuk proses klarifikasi ini. Di mana apabila bukti ternyata dinilai cukup akan ke proses penyidikan.

"Saat ini mencari bukti awal apakah laporan bisa dilanjutkan ke penyidikan, yang pasti saat ini masih diproses klarifikasi," ujar dia di Jakarta, Senin (19/8/2019).

 Baca Juga: 7 Perusahaan Tak Terbukti Kartel Garam, Ini Alasan KPPU

Dia menuturkan praktik predatory pricing bukanlah suatu kasus yang mudah dibuktikan. Sehingga perlu data yang lebih detail mengenai kebenaran aduan tersebut. "Jadi kita akan lihat terlebih dahulu, saat ini kita lakukan klarifikasi," tutur dia.

Menurut dia, proses klarifikasi ini nantinya akan dilakukan terhadap pihak yang mengadukan dan yang diadukan. Dan ada kemungkinan juga nanti KPPU akan meminta keterangan dari perusahaan semen lain.

"Kami juga akan klarifikasi perusahaan lain terkait harga semen sebenarnya. Apakah harga yang dilakukan memang sebagaimama yang dilaporkan tadi mereka melakukan jual rugi, sebab memang efisiensi perusahaan beda-beda," ungkap dia.

 Baca Juga: Setelah Baja, Kini Semen China Murah Ancam Industri Dalam Negeri

Seperti diketahui, Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade dan perwakilan Serikat Pekerja Semen Padang melaporkan dugaan praktik predatory pricing yang dilakukan oleh Conch. Dia melaporkan adanya dugaan praktik jual rugi atau predatory pricing yang dilakukan oleh pabrik semen asal China yang mengancam semen lokal di pasar nasional.

(dni)

Berita Terkait

KPPU

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini