nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skema Baru Penyaluran KPR Subsidi, BTN Usul Libatkan Bank Dunia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 470 2094020 skema-baru-penyaluran-kpr-subsidi-btn-usul-libatkan-bank-dunia-htaMg1eGv9.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berupaya mendorong minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal itu dilakukan lewat skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

 Baca Juga: Anda Pejuang KPR? Simak Cara Mengatur Cicilan

Dengan program ini, BTN juga diharapkan bisa mendorong lebih banyak realisasi KPR subsidi dalam program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.

"Kita lagi mendorong yang namanya BP2BT, itu sumber pendanaannya dari Bank Dunia," kata Direktur Keuangan Bank BTN Nixon Napitupulu di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (19/8/2019).

 Baca Juga: 5 Tips Lancar Bayar Cicilan KPR

Skema KPR BP2BT merupakan program subsidi perumahan yang menyasar MBR dengan pekerjaan informal atau berpenghasilan tidak tetap, namun telah memiliki tabungan. Skema ini menyubsidi uang muka sebesar 10%-40% dari nilai rumah yang di-KPR-kan.

 KPR

Berbeda dengan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) yang menyubsidi bunga pinjaman, skema BP2BT menyubsidi uang muka. "Jadi subsidi uang mukanya antara Rp32 juta hingga Rp 40 juta. Pokok kreditnya kan menurun, sehingga (besaran) angsurannya sama saja dengan KPS SBS," katanya.

 KPR

Menurutnya, mengingat pembiayaan ini berasal dari Bank Dunia, maka dalam hal ini pemerintah sedang membahas beberapa syarat skema BP2BT, yang dapat memudahkan pinjaman bagi pengembang perumahan atau developer.

"Sehingga diharapkan nanti developer memiliki animo yang tinggi untuk juga ambil program yang ini," ujar Nixon.

Sekadar diketahui, tahun ini target pembangunan rumah dari skema KPR BP2BT ditargetkan sebanyak 51.000 unit di seluruh Indonesia dan sebanyak 50.750 unit di tahun 2020. Meningkat tajam dari target tahun lalu yang membangun 750 unit, lantaran tahun lalu masih dalam masa percobaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini