nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdagangan Indonesia-AS Ditargetkan Tembus Rp715 Triliun

Selasa 20 Agustus 2019 22:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 320 2094414 perdagangan-indonesia-as-ditargetkan-tembus-rp715-triliun-DazM8c6sp7.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) mencapai USD50 miliar atau setara Rp715 triliun (kurs Rp14.300 per USD) dalam beberapa tahun ke depan.

"Tahun lalu, total perdagangan bilateral Indonesia-AS mencapai sekitar USD29 miliar. Kami sepakat untuk meningkatkan target perdagangan bilateral antara Indonesia dan AS sebesar USD50 miliar," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

 Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia-AS Surplus, tapi Defisit dengan China

Menurut dia, membangun perjanjian perdagangan dengan negara-negara mitra dagang utama dan negara potensial baru merupakan strategi ekspor yang dijalankan Kemendag

Selain dengan Amerika Serikat, Kemendag juga menargetkan perdagangan bilateral sebesar USD50 miliar dengan India pada 2025 dan Korea Selatan sebesar USD30 miliar pada 2022.

 Baca Juga: Terlambat Jajaki Perjanjian Dagang, Pasar RI Kalah dari Malaysia-Vietnam

Peningkatan target perdagangan tersebut dilakukan oleh Kemendag dalam rangka meningkatkan hubungan perdagangan bilateral dengan negara-negara mitra dagang utama.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menekankan kepada sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk terus melakukan terobosan kebijakan di bidang investasi dan ekspor.

Presiden berkali-kali juga menyampaikan bahwa ekspor dan investasi adalah kunci bersama dalam menyelesaikan neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan serta berharap kebijakan mengenai investasi dan ekspor berbentuk secara konkret dan dapat diimplementasikan.

 Pelabuhan

Kepala Negara juga mengarahkan aparat pemerintah untuk terus mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pelaku usaha. Demikian dikutip Antaranews.

Selain itu Presiden juga menekankan kebijakan investasi, maupun percepatan perizinan masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini