nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Balik Menguat di Tengah Kewaspadaan Investor pada Brexit

Kamis 22 Agustus 2019 07:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 278 2095084 dolar-as-balik-menguat-di-tengah-kewaspadaan-investor-pada-brexit-zKizFwMgtL.jpg Ilustrasi: Dolar AS (Okezone)

NEW YORK- Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah penurunan pound (sterling) Inggris, karena investor tetap berhati-hati tentang jalur potensial untuk Brexit.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,12% menjadi 98,3038 pada akhir perdagangan.

Baca Juga: Dolar AS Perkasa terhadap Yen dan Franc

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1085 dari USD1,1096 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2123 dari USD1,2165 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6781 dari USD0,6775.

Ilustrasi dolar AS

Dolar AS dibeli 106,60 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,27 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9824 franc Swiss dari 0,9782 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3291 dolar Kanada dari 1,3316 dolar Kanada.

Baca Juga: Data Ekonomi Positif Bikin Dolar AS Menguat

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan Brexit dengan kesepakatan, tetapi berbeda dalam pendekatan.

Pada konferensi pers bersama sebelum pertemuan mereka, Johnson mengatakan dia percaya apa yang disebut sebagai backstop, suatu pengaturan dalam kesepakatan penarikan yang dirancang untuk menghindari perbatasan keras di pulau Irlandia, memiliki kekurangan, kekurangan besar dan oleh karena itu jelas harus dihapus.

Merkel mengatakan backstop itu dimaksudkan hanya sebagai aturan transisi untuk masalah Irlandia yang belum terselesaikan. Sejauh ini, telah diasumsikan bahwa solusi akhir akan ditemukan dalam dua tahun ke depan.

Dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat, Johnson menyerukan kembali perundingan untuk perjanjian Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE) untuk menghindari Inggris meninggalkan blok tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. Demikian dikutip dari Antaranews, Kamis (22/8/2019).

Uni Eropa, Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berulang kali menolak untuk menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit dengan London. Kesepakatan Brexit yang dibuat di bawah pendahulu Johnson, Theresa May, ditolak tiga kali oleh Parlemen Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini