nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Minta Pertamina Percepat Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 320 2095616 menteri-rini-minta-pertamina-percepat-penanganan-tumpahan-minyak-di-karawang-LvehrXyzZf.jpg Menteri Rini Tinjau Penanganan Tumpahan Minyak di Karawang. (Foto: Dok. KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mendorong PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat penanganan tumpahan minyak dari anjungan YYA milik PT PHE ONWJ. Ditargetkan penanganan tumpahan minyak tuntas September 2019.

Hal ini dikatakan Menteri Rini saat meninjau daerah yang terdampak tumpahan minyak PT Pertamina (Persero) di Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Fakta di Balik Tumpahan Minyak Pertamina hingga Kebakaran Kilang

“Sejauh ini penanganan dampak tumpahan minyak yang dilakukan Pertamina sudah sangat baik. Tadi saya melihat langsung penanganan oil spill di sekitar sumur Pertamina,” ujar Rini, dalam keterangannya, Jumat (23/8/2019).

Tumpahan Minyak di Karawang

Menteri Rini pun meminta warga sekitar pesisir pantai untuk membantu Pertamina dalam pembersihan area yang terdampak ceceran minyak. Selain itu, Menteri Rini juga meminta Pertamina untuk memasang oil boom ke arah timur anjungan.

“Saat ini memang angin mengarah ke arah barat. Tapi, saya minta ke manajemen Pertamina untuk mengantisipasi jika angin mengarah ke timur,” tegasnya.

Baca Juga: Pikat Turis, Ada SPBU Bawah Laut di Maluku

Hingga saat ini, Pertamina telah memasang oil boom di 8 titik, di sepanjang garis pantai yaitu Desa Cemara Jaya, Desa Sedari, Desa Tambak Sari, Desa Tanjung Pakis, Desa Pantai Bakti, Desa Sungai Buntu, Desa Sukajaya dan Kepulauan Seribu.

Dalam menangani wilayah untuk penanganan di wilayah pesisir pantai, Oil Spill Combact Team (OSCT) PHE ONWJ bekerja sama dengan TNI dan Polri serta masyarakat pesisir. Total personel yang terlibat dalam pembersihan tumpahan minyak, baik di darat maupun di laut per tanggal 19 Agustus 2019, sebanyak 1970 personel.

Tumpahan Minyak di Karawang

Pemantauan penanganan oil spill di sekitar anjungan YYA dan wilayah terdampak juga terus berlanjut dengan patroli udara dan laut dalam radius 50 – 100 km dengan menggunakan helikopter milik Pelita Air Service. Adapun untuk patroli perairan menggunakan Kapal Patroli Ditpolair Baharkam POLRI di Perairan Karawang.

Sedangkan, untuk pelayanan masyarakat PHE ONWJ membuka 9 Posko Pelayanan Kesehatan, yaitu di daerah Ciwaru, Pusaka Jaya Utara, Sedari, Tambaksari, Batu Jaya, Tanjung Pakis, Cemara Jaya, Pasir Putih dan Kepulauan Seribu. Di posko ini disiagakan 6 dokter, 39 paramedik dan 5 ambulance.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini