nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Remaja Ini Sudah Jadi CEO, Cek Ide Segarnya

Delia Citra, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 14:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 320 2095879 10-remaja-ini-sudah-jadi-ceo-cek-ide-segarnya-OP89oluWsI.jpg Ilustrasi Anak muda kaya (Foto: Okezone.com/Entrepreneur)

JAKARTA - Membangun bisnis memang tidak segampang membalikan tangan. Terkadang, kamu berfikir belum cukup usia untuk membuat suatu bisnis.

Akan tetapi, di zaman milenial ini, banyak generasi muda yang memulai bisnis dengan hasil memuaskan. Bahkan, usia mereka pun masih belasan tahun.

Oleh sebab itu, berikut daftar remaja yang sudah menjadi CEO dari perusahannya sendiri, melansir Entrepreneur, Jakarta, Jumat (23/8/2019), Okezone membeberkan anak-anak

1. Caroline Bercaw (17) dan Isabel Bercaw (18) Pendiri dan co-chief creative officer, Da Bomb Bath


Caroline Bercaw (17) dan Isabel Bercaw (18)

Pada awal 2012, Caroline dan Isabel mencoba bereksperimen untuk membuat Bath Bomb yang mereka racik sendiri mulai dari komposisi hingga desain packaging yang akan mereka jual. Pada tahun 2015, mereka mencoba menjualnya dibeberapa pameran seni lokal, hingga akhirnya ada 30 toko lokal yang bekerja sama dengan mereka.

Setelah itu usahanya pun semakin meningkat dan banyak toko yang meminta mereka untuk bekerja sama dengan bisnis Bath Bombnya. Tercatat sudah ada sekitar 1.800 toko dan mendapatkan penghasilan lebih dari 20 juta USD..

2. Cory Nieves (15) Pendiri dan CEO, Cookie Mr. Cory


Cory Nieves

Cory Nieves mengawali bisnisnya dengan berjualan cokelat panas di lingkungan rumahnya yang berada di Englewood, New York. Saat itu, ia memiliki rencana untuk membelikan ibunya sebuah mobil dari hasil berjualan cokelat.

Ide bisnis yang sekarang ia jalani ini muncul saat ia sedang mencari resep kue yang paling enak di internet, secara yang bersamaan ibunya sedang membuat kue dan Nieves pun mencicipi kue tersebut, dan dari situlah ia membuat bisnisnya sukses sampai sekarang yang diberi nama Cookie Mr. Cory

3. Sanil Chawla (19) Pendiri dan direktur eksekutif, Hack+

Sanil Chawla

Sanil Chawla adalah siswa disalah satu sekolah menengah. Awalnya ia ingin meluncurkan startup pengembang web untuk mendapatkan uang. Setelah itu, pada tahun 2017, Hack+ lahir sebagai organisasi nirlaba yang menyediakan sponsor fiskal gratis untuk organisasi amal yang didirikan oleh siswa.

Lalu, chawla dan timnya yang terdiri dari 12 orang telah membantu 926 siswa meluncurkan organisasi mereka, dan mengumpulkan lebih dari 1 juta USD. Dalam waktu dekat ini, Hack + akan meluncurkan versi platform yang difokuskan untuk mendukung startup yang mencari laba.

4. R.J. Duarte (19) Pendiri Lanskap GreenWorx

R.J. Duarte

Awalnya, Duarte mulai memotong rumput di Golden, Colorado, pada usia 8 tahun. Berkat kerjanya yang tak kenal lelah, ia pun mendapatkan penghasilan tiga kali lipat setiap tahunnya. Kemudian di sekolah menengah, ia bermitra dengan temannya untuk menabrak lebih banyak halaman. Di sekolah menengah, mereka menamai perusahaan itu dengan nama GreenWorx.

Ketika temannya meninggalkan bisnis untuk kuliah, Duarte mengambil kendali, dan dia melihat peluang yang besar untuk terus tumbuh.

GreenWorx sekarang beroperasi dengan empat truk dan kru yang terdiri dari 12 hingga 15 orang dan kebanyakan adalah siswa sekolah menengah. Tahun ini, GreenWorx memiliki pendapatan hampir 750.000 USD.

5. Kenan Pala (15) Pendiri Komunitas Kids4

Kenan Pala

Pada tahun 2017, Kenan mendirikan organisasi nirlaba Kids4Community. Ia pun bertekad untuk memastikan agar anak yang ingin menjadi sukarelawan bisa manjadi sukarelawan. Organisasi ini pun terbuka untuk siapa saja dan dari berbagai usia.

Melalui sumbangan perusahaan, hibah, dan acara amal, Kenan pun sudah mengumpulkan 1 juta USD untuk manfaat penyebab tunawisma lokal.

6. Maya Penn (19) Pendiri dan CEO, Maya's Ideas

Maya Penn

Awal mula bisnis Maya Penn ini ketika ia ingin membangun koleksi busana, lalu ibunya menantangnya untuk ia mencari tahu terlebih dahulu bagaimana ia bisa melakukan itu dan apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya.

Ia pun akhirnya membuat ikat kepala dan syal dari pakaian yang sudah lama yang ditemukan dirumahnya. Dari situlah akhirnya ia membangun situs web untuk menjual barang-barangnya dan memiliki 10 karyawan dan pelanggan diseluruh Dunia.

Bisnis Penn dan konseling telah membuatnya mendapatkan satu juta dolar selama bertahun-tahun, dan telah mengumpulkan lebih dari USD500.000 dari investor malaikat.

7. Brandon Martinez (13) dan Sebastian Martinez (11) Direktur penjualan, dan CEO dan Head Designer, Are You Kidding Socks

Brandon Martinez (13) dan Sebastian Martinez (11)

Are You Kidding Sock didirikan oleh Brandon dan Sebastian yang merupakan kakak beradik. Bisnis tersebut lahir lima tahun yang lalu karena Sebastian terobsesi dengan kaus kaki berpola. Ia pun awalnya mulai mendesain sendiri dengan dibantu ibunya.

Dalam membangun bisnis, Brandon dan Sebastian selalu mengalami perselisihan untuk memperbedatkan masalah desain yang sesuai dengan apa yang masing-masing mereka harapkan.

Terlepas dari ketidaksepakatan mereka, keahlian mereka yang saling melengkapi membuat mereka menjadi mitra bisnis yang hebat. Akhirnya, mereka pun telah membangun perusahaan yang menjual kaos kaki bernilai hampir USD 1 juta.

8. Langston Whitlock (17) Cofounder dan CIO, SafeTrip

Langston Whitlock

Awal mulanya, Langston dan temannya bertemu dengan seorang tunawisma yang memberitahu Langston Whitlock bahwa orang-orang di di Atlanta tidak memiliki transportasi untuk sampai ke perjanjian medis.

Dari situ, pada tahun 2018, mereka meluncurkan SafeTrip, aplikasi berbagi perjalanan yang ditujukan untuk para tunawisma dan lansia yang memungkinkan pasien, perawat, dan penyedia layanan kesehatan dapat memesan transportasi medis.

Perusahaannya pun telah mengumpulkan kurang lebih 2 juta USD, dengan pendapatan 3,4 juta USD pada tahun lalu.

9. Erin Smith (19) Pendiri, FacePrint

Erin Smith

Smith adalah seorang yang suka dengan sains dan telah melakukan eksperimen dan membangun sistem diagnostik yang disebut FacePrint. Hanya dengan selfie, FacePrint ini bisa menangkap perubahan ekspresi wajah dari waktu ke waktu untuk mendeteksi gangguan seperti Parkinson. Smith juga berharap FacePrint akan menjadi alat objektif untuk mendiagnosis dan memantau penyakit.

Algoritma FacePrint memiliki tingkat akurasi 88 persen. Ia pun mendapatkan dukungan dan pendanaan dari Michael J. Fox Foundation dan perusahaan farmasi.

10. Riya Karumanchi (16) Pendiri dan CEO SmartCane

Riya Karumanchi

Awal mula membangun bisnis tersebut, Riya awalnya melihat neneknya yang tunanetra sedang berjuang untuk bergerak dan ia pun berfikir bahwa harus ada cara lain agar bisa membantu neneknya. Riya Karumanchi pun akhirnya mulai membangun SmartCane, menggunakan sensor ultrasonik untuk mengidentifikasi berbagai hambatan dan mengingatkan pengguna dengan getaran, tingkat intensitas dan penempatan yang berbeda pada tongkat membantu memberi sinyal di mana letak hambatannya. Sistem navigasi memplot rute yang aman, sementara sensor mengidentifikasi bahaya lain, seperti trotoar yang basah dan licin.

Dengan bantuan empat karyawan, Karumanchi telah mengumpulkan USD 85.000 dalam pendanaan dan layanan dalam bentuk barang dari perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Arrow Electronics, dan Inersia Engineering.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini