Selanjutnya, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait sertifikasi dan izin untuk mendukung pengoperasian LRT secara komersil.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI (Persero) John Roberto mengatakan jika nantinya siap dioperasikan maka tarif LRT yang akan ditetapkan Rp12.000 per penumpang.
“Penetapan tarif Rp12.000 itu dilihat dari tarif keekonomian kita. Kalau kita hitung (tarif LRT Jabodebek) sekitar Rp30.000 tapi pemerintah memandang masyarakat itu mampu Rp12.000 flat sekali jalan,” kata John dikutip Antaranews.

Dia menjelaskan kereta untuk LRT Jabodebek dipesan langsung dari PT Industri Kereta Api (Inka).
Dia memastikan nantinya setelah beroperasi maka LRT Jabodebek memiliki kapasitas 750 sampai 1.200 penumpang dalam sekali jalan. Sehingga, John yakin target kapasitas sehari dapat mengangkut 15.000 penumpang dapat tercukupi.
Selain itu, LRT Jabodebek sudah direncanakan dapat terintegrasi dengan moda lainnya sehingga memudahkan penumpang. Salah satu moda transportasi yang sangat mungkin terintegrasi dengan LRT Jabodebek yaitu Kereta Rel Listrik (KRL).
“Integrasi tiketnya KRL dan LRT Jabodebek sangat bisa karena kita sudah bicarakan dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI),” ujar Jhon.
(Dani Jumadil Akhir)